Ad imageAd image

Update Dampak Banjir di Kota Semarang, Dua Wilayah Masih Terendam

Dickri Tifani
By Dickri Tifani 829 Views
4 Min Read

INDORAYA – Bencana banjir parah di sejumlah wilayah Kota Semarang sejak Rabu (13/3/2024) hingga saat ini masih melanda.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, per hari ini (19/3/2024) menyebut banjir di Ibu Kota Jawa Tengah ini sudah berangsur-angsur surut. Hanya saja, kini tinggal dua wilayah yakni berada di Kelurahan Trimulyo, dan Jalan Kaligawe Raya Semarang.

“Update terkini dampak banjir di beberapa titik sudah mulai yang surut dari genangan, kecuali untuk wilayah Kecamatan Genuk masih ada di Kelurahan Genuksari dan Trimulyo,” kata Kepala BPBD Kota Semarang,
Endro Pudyo Martanto saat dikonfirmasi, Selasa (19/3/2024).

Endro melaporkan, kategori banjir dua kelurahan di Kecamatan Genuk tersebut masih dalam. Kedalaman air berkisar 40 sentimeter hingga 60 sentimeter.

BACA JUGA:   Banjir Terjang Perumahan Dinar Indah Semarang, Satu Lansia Meninggal Dunia

“Trimulyo antara 40 sampai 60 sentimeter, ini masih terjadi sampai saat ini. Lalu di Genuksari di Jalan Dong Biru kedalamannya sekitar 30 sentimeter,” jelasnya.

Banjir juga masih terjadi di Jalan Raya Kaligawe atau tepatnya di depan Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung. Meski begitu, arus lalu lintas di Jalur Pantai Utara (Pantura) tersebut mulai perlahan dapat dilewati.

“Jalan Kali Gawe masih di depan Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung, arus lalu lintas dari barat masih relatif terganggu, sedangkan sebaliknya atau dari arah Demak sudah relatif lancar karena genangan tidak begitu dalam,” katanya.

Endro mengatakan, upaya tanggap darurat bencana terus dilakukan. Salah satunya yaitu, memaksimalkan kerja semua pompa. Baik milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, maupun Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang.

BACA JUGA:   Cerita Nelayan Tambakrejo Semarang Pernah Dihantam Gelombang 5 Meter Saat Baru Belajar Melaut

Termasuk pompa milik BPBD Kota Semarang yang disiagakan di sejumlah titik genangan. Pompa-pompa tersebut kini difokuskan di tiga titik yang masih tergenang.

“Kami juga optimalkan pompa. Upaya kami maksimalkan pergeseran pompa-pompa portabel untuk mempercepat debit air masih terjadi di Trimulyo dan Dong Biru,” katanya.

Menurutnya, tak hanya pompa-pompa berkapasitas besar yang dikerahkan. Pompa-pompa kecil jenis alkon pun dimaksimalkan untuk penyedotan air.

“Termasuk pompa alkon kapasitas 2 inch dimaksimalkan penyedotan,” ujarnya.

Kondisi banjir yang mulai surut tersebut, posko-posko pengungsian sudah tutup. Para pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing.

“Tidak ada laporan pengungsi per hari ini, sudah pulang semua,” ujarnya.

Pasca-banjir, pihaknya mengerahkan personel untuk membersihkan permukiman yang terdampak banjir. Termasuk menyediakan bantuan air bersih untuk keperluan mandi cuci kakus (MCK).

BACA JUGA:   Gelaran Semarang 10K Sukses Digelar, Wali Kota Semarang: Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Wilayahnya

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, monitor dan pelayanan kesehatan pasca-banjir akan dilakukan secara maksimal.

“Pasca-banjir ini nanti ada penyakit-penyakit yang timbul, nanti ada penyakit kulit, leptosirosis, diare, Dinas Kesehatan Kota Semarang nanti akan memonitor,” katanya.

Pihaknya juga telah menginstruksikan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang untuk melakukan pembersihan lumpur yang terbawa banjir di pemukiman warga.

Termasuk penyediaan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Moedal, DPU Kota Semarang, dan Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang serta instansi lainnya.

“Air bersih dari PDAM, DPU, Perkim, Kementerian Sosial, dan Brimob serta bantuan dari masyarakat seperti selimut, popok, pembalut, dan obat-obatan,” katanya.

Share this Article
Leave a comment