Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Upah Terendah se-Indonesia, Buruh Semarang Gelar Topo Pepe Dua Hari Nonstop
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
BeritaEkonomiPeristiwaSemarang

Upah Terendah se-Indonesia, Buruh Semarang Gelar Topo Pepe Dua Hari Nonstop

By Dickri Tifani
Sabtu, 08 Nov 2025
Share
2 Min Read
Buruh menggelar aksi topo pepe dua hari nonstop di depan Balai Kota Semarang. (Foto: Dok. Istimewa)
SHARE

INDORAYA – Puluhan buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Jawa Tengah (Abjat) menggelar aksi unik di depan Balai Kota Semarang, Jumat (7/11/2025). Mereka melakukan aksi “topo pepe” atau berjemur di bawah terik matahari di Jalan Pemuda, tepat di depan Kantor Wali Kota Semarang.

Aksi ini berlangsung selama dua hari berturut-turut, Kamis dan Jumat, 6–7 November 2025, sebagai bentuk protes terhadap kebijakan upah di Kota Semarang yang dinilai tidak manusiawi.

Koordinator Jaringan Abjat, Aulia Hakim, menjelaskan bahwa topo pepe menjadi simbol keprihatinan sekaligus desakan moral kepada pemerintah kota agar menetapkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) dan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) Tahun 2026 dengan besaran yang layak.

“Tuntutan utama kami adalah penetapan UMK dan UMSK 2026 dengan nilai yang mampu memenuhi kebutuhan hidup layak bagi kemanusiaan,” ujar Aulia.

Menurut Aulia, hingga aksi berakhir, belum ada tanda-tanda kebijakan dari Wali Kota Semarang yang berpihak kepada buruh.

Selain itu, ia juga menyinggung kebijakan sebelumnya, di mana Wali Kota melarang pelaksanaan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei 2025.

Sementara itu, pentolan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Jawa Tengah, menyoroti bahwa Semarang kini menjadi kota metropolitan dengan tingkat upah terendah di Indonesia.

“Kami menuntut Wali Kota Semarang melakukan terobosan kebijakan perburuhan yang benar-benar berpihak kepada buruh,” ujarnya.

Selain pemerintah daerah, para buruh juga menyoroti pemerintah pusat yang dinilai terlalu menekan kepala daerah dalam penetapan upah minimum. Mereka menuding Menteri Dalam Negeri berpotensi memberikan sanksi kepada kepala daerah yang berani menaikkan upah di atas ketentuan pusat.

“Tindakan pemerintah pusat tersebut sangat bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan harus segera dihentikan,” tegas perwakilan buruh.

Aksi topo pepe itu pun menarik perhatian warga yang melintas. Di tengah panas terik, para buruh tetap bertahan, menandakan tekad mereka agar nasib pekerja di Kota Semarang mendapat perhatian yang lebih adil.

TAGGED:Aksi Buruh Topo Pepeumk semarangUMK Terendah se-Indonesia
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Gubernur Jateng: Tidak Boleh Ada Penambangan di Kawasan Gunung Slamet Sabtu, 06 Des 2025
  • Cerita Warga Semarang Hobi Berburu Tanda Tangan, Koleksi 1.500 Kartu dan 300 Jersey Pemain Sabtu, 06 Des 2025
  • Pemprov Jateng Siapkan Mekanisme Pidana Kerja Sosial untuk Terpidana Hukuman Ringan Sabtu, 06 Des 2025
  • Gubernur Luthfi Bakal Gelar Dialog Rutin dengan Perantau Jateng di Jabodetabek Sabtu, 06 Des 2025
  • LSSFF 2025 Jadikan Lawang Sewu Sebagai Ruang Kreatif Milenial Semarang Sabtu, 06 Des 2025
  • Berdayakan Ekonomi Umat di Jateng, Baznas RI Luncurkan ZCoffee, BMM, dan 1.300 Zmart Sabtu, 06 Des 2025
  • Anggota DPD RI Desak Polisi Jadikan AKBP Basuki Tersangka di Kasus Kematian Dosen Untag Semarang Sabtu, 06 Des 2025

Berita Lainnya

Semarang

Cerita Warga Semarang Hobi Berburu Tanda Tangan, Koleksi 1.500 Kartu dan 300 Jersey Pemain

Sabtu, 06 Des 2025
Semarang

LSSFF 2025 Jadikan Lawang Sewu Sebagai Ruang Kreatif Milenial Semarang

Sabtu, 06 Des 2025
Hukum Kriminal

Anggota DPD RI Desak Polisi Jadikan AKBP Basuki Tersangka di Kasus Kematian Dosen Untag Semarang

Sabtu, 06 Des 2025
Semarang

Christmas Tree Lighting Hotel Ciputra Semarang Hadirkan Kehangatan dan Cinta

Sabtu, 06 Des 2025
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?