Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: UMKM Purwokerto Jadi Tulang Punggung Kredit Perbankan di Banyumas Raya, OJK Ungkap Datanya
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Ekonomi

UMKM Purwokerto Jadi Tulang Punggung Kredit Perbankan di Banyumas Raya, OJK Ungkap Datanya

By Redaksi Indoraya
Kamis, 29 Jan 2026
Share
3 Min Read
Ilustrasi pelaku UMKM. (Foto: istimewa)
SHARE

INDORAYA – Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah kerja OJK Purwokerto terbukti menjadi penopang utama aktivitas jasa keuangan di Banyumas Raya. Wilayah ini meliputi Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara, Jawa Tengah.

Kepala Kantor OJK Purwokerto Haramain Billady menyampaikan bahwa hingga November 2025, pembiayaan perbankan di wilayah tersebut masih didominasi kredit produktif yang sebagian besar mengalir ke pelaku UMKM.

“Penyaluran kredit BPR dan BPRS di wilayah kerja OJK Purwokerto masih didominasi kredit produktif, terutama kredit modal kerja, dengan pangsa mencapai 54 persen dan sekitar 60 persen disalurkan ke segmen UMKM,” katanya, di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Kamis (29/01/2026).

Kuatnya peran UMKM ini turut menjaga stabilitas sektor jasa keuangan daerah di tengah ketidakpastian ekonomi global. Secara umum, kinerja perbankan di Banyumas Raya masih menunjukkan pertumbuhan dari sisi aset maupun dana pihak ketiga (DPK).

“Hingga akhir November 2025, kinerja perbankan bank umum dan BPR/BPRS dari sisi aset dan DPK masing-masing tumbuh sebesar 4,78 persen dan 5,49 persen secara tahunan (year on year/yoy), meskipun penyaluran kredit tercatat sedikit mengalami kontraksi sebesar 0,21 persen (yoy),” katanya.

Kredit UMKM tersebut tersebar di berbagai sektor usaha. Porsi terbesar berada pada sektor bukan lapangan usaha, perdagangan besar dan eceran, serta sektor konstruksi. Kondisi ini menunjukkan UMKM tetap memegang peran strategis dalam menjaga perputaran ekonomi sekaligus menopang kinerja sektor keuangan daerah.

Meski demikian, OJK mencatat masih ada tantangan di sektor BPR dan BPRS, khususnya terkait tingginya rasio kredit bermasalah.

“BPR dan BPRS harus menyesuaikan kualitas portofolio kredit restrukturisasi stimulus COVID-19 berdasarkan hasil penilaian terhadap kemampuan debitur,” katanya.

Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) pada BPR/BPRS tercatat sebesar 22,31 persen, yang dipengaruhi proses normalisasi kredit restrukturisasi pascapandemi.

Dukungan terhadap UMKM juga datang dari sektor industri keuangan nonbank (IKNB). Lembaga keuangan mikro (LKM) di Banyumas Raya mencatat pertumbuhan DPK sebesar 20,15 persen.

Sementara itu, perusahaan pembiayaan telah menyalurkan pembiayaan hingga Rp4,047 triliun pada Oktober 2025, dengan dominasi sektor perdagangan besar dan eceran.

Selain pembiayaan, OJK Purwokerto juga memperkuat UMKM melalui edukasi keuangan. Sepanjang 2025, OJK telah menggelar 116 kegiatan literasi keuangan yang menjangkau 144.773 orang, mulai dari pelaku UMKM, santri, pelajar, hingga masyarakat umum.

“Ke depan, OJK bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait akan terus bersinergi menjaga stabilitas sektor jasa keuangan sekaligus memperkuat peran UMKM sebagai penggerak ekonomi daerah di tengah dinamika ekonomi global dan domestik,” kata Haramain.

TAGGED:OJK Purwokertoumkm purwokerto
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Jelang Ramadan, Heri Pudyatmoko Minta Pemda Lebih Peka Peningkatan Kerentanan Sosial Sabtu, 07 Feb 2026
  • Prabowo Siapkan Lembaga Pengelola Dana Umat, Potensi Disebut Capai Rp500 Triliun per Tahun Sabtu, 07 Feb 2026
  • Heri Pudyatmoko Soroti Tantangan Pembangunan Daerah Berkelanjutan di Era Transisi Sabtu, 07 Feb 2026
  • Anak Tengah di Jakut Tega Racuni Keluarga Sendiri, Sempat Pura-pura Lemas Sabtu, 07 Feb 2026
  • Era Industri Modern Kian Menantang, Heri Pudyatmoko Tegaskan Perlunya Pemetaan Kebutuhan Tenaga Kerja Lokal Sabtu, 07 Feb 2026
  • KONI Jateng Perkuat Pembinaan SDM Olahraga, Tahan Atlet Potensial Agar Tak Hengkang ke Daerah Lain Sabtu, 07 Feb 2026
  • Disdukcapil Kudus Kejar Target 20 Persen Aktivasi KTP Digital, Baru Tercapai 6,8 Persen Sabtu, 07 Feb 2026

Berita Lainnya

Ekonomi

Prabowo Siapkan Lembaga Pengelola Dana Umat, Potensi Disebut Capai Rp500 Triliun per Tahun

Sabtu, 07 Feb 2026
Ekonomi

Jateng Siapkan Ekonomi Syariah Jadi Motor Pembangunan 2027, Pariwisata Halal Ikut Digenjot

Jumat, 06 Feb 2026
Ekonomi

Kini Bayar Pajak PBB di Jepara Bisa Pakai QRIS, Pemkab Dorong Layanan Digital yang Inklusif

Kamis, 05 Feb 2026
Ekonomi

Prabowo Bagikan 200 Becak Listrik untuk Lansia di Lamongan, Dorong Kesejahteraan Tukang Becak

Rabu, 04 Feb 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?