INDORAYA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memantik ketegangan geopolitik dengan melontarkan ancaman kenaikan tarif dagang terhadap negara-negara yang tidak mendukung sikap AS terkait Greenland. Ancaman tersebut disampaikan Trump dalam pernyataan resminya di Kantor Kepresidenan AS, Gedung Putih, Washington DC, pada Jumat (16/1).
Trump menegaskan bahwa posisi Greenland dinilai krusial bagi kepentingan keamanan nasional Amerika Serikat. Karena itu, ia membuka peluang penggunaan instrumen ekonomi berupa tarif sebagai alat tekanan politik luar negeri.
“Saya mungkin akan mengenakan tarif pada negara-negara jika mereka tidak sepakat dengan [kami tentang] Greenland, karena kita membutuhkan Greenland, kita membutuhkan Greenland untuk keamanan nasional. Jadi, saya mungkin akan melakukan itu,” kata Trump mengutip CNN.
Pernyataan tersebut menjadi ancaman tarif pertama yang secara eksplisit dikaitkan Trump dengan isu Greenland. Namun demikian, Trump tidak merinci negara mana saja yang berpotensi terdampak apabila menentang ambisi Washington terhadap wilayah otonom Denmark tersebut.
Kebijakan tarif sebagai alat tekanan bukan hal baru dalam pendekatan Trump. Sebelumnya, ia pernah mengancam dan menerapkan tarif terhadap negara-negara yang menjalin kerja sama bisnis dengan Iran. Trump bahkan menetapkan pungutan tarif tinggi bagi mitra dagang Iran yang produknya masuk ke pasar AS.
“Berlaku segera, negara mana pun yang berbisnis dengan Republik Islam Iran akan membayar tarif sebesar 25 persen untuk semua bisnis yang dilakukan dengan Amerika Serikat,” kata Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social, Senin (12/1).
Dalam beberapa waktu terakhir, Trump semakin intens menyuarakan ambisinya untuk mengambil alih Greenland. Pulau terbesar di dunia itu dinilai strategis karena kekayaan mineralnya serta posisinya yang penting di kawasan Arktik. Trump kerap menyebut faktor keamanan nasional AS, termasuk kekhawatiran akan pengaruh Rusia dan China di wilayah tersebut.
Situasi ini memicu respons dari negara-negara Eropa. Sejumlah negara dilaporkan telah mengerahkan pasukan ke Greenland dalam jumlah terbatas untuk membantu Denmark mempersiapkan latihan militer pada akhir tahun mendatang. Langkah tersebut diambil di tengah meningkatnya kekhawatiran Eropa terhadap potensi tekanan politik dari AS.
Denmark sendiri menyatakan akan memperkuat kehadiran militer NATO di Greenland. Pemerintah Denmark menilai kehadiran aliansi pertahanan Atlantik Utara sangat penting untuk menjaga stabilitas kawasan Arktik.
“Jelas bahwa sekarang kita mau merencanakan kehadiran yang lebih besar dan lebih permanen sepanjang tahun 2026. Ini sangat penting untuk menunjukkan bahwa keamanan di Arktik bukan hanya untuk Kerajaan Denmark, tetapi untuk seluruh NATO,” kata Menteri Pertahanan Denmark, Troels Lund Poulsen.


