INDORAYA – Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) mengklaim telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk mencegah terjadinya down time operasional selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Upaya tersebut dilakukan menyusul proyeksi peningkatan arus peti kemas yang diperkirakan mencapai 10 persen dibandingkan rata-rata bulanan.
Terminal Head TPK Semarang, I Nyoman Sutrisna, mengatakan pihaknya saat ini rutin melakukan inspeksi menyeluruh terhadap peralatan bongkar muat guna memastikan seluruh fasilitas dalam kondisi prima menjelang lonjakan aktivitas akhir tahun.
“Kami sudah menyiapkan seluruh sumber daya, baik personel, peralatan, sistem serta strategi mitigasi agar pelayanan operasional tetap berjalan lancar. Fokus kami adalah memastikan layanan bongkar muat tetap optimal selama periode Natal dan Tahun Baru,” ujar Nyoman dalam keterangan tertulis, Kamis (18/12/2025).
Menurutnya, kesiapan tidak hanya difokuskan pada peralatan fisik, tetapi juga pada sistem layanan digital terminal. Sistem tersebut dipastikan berjalan stabil untuk mendukung proses pengajuan layanan, pembayaran, hingga pemantauan kegiatan operasional secara efisien.
TPKS juga menyiagakan tim teknisi dan teknologi informasi (IT) selama 24 jam penuh. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penanganan cepat apabila terjadi gangguan teknis pada peralatan bongkar muat, fasilitas terminal, maupun sistem digital.
“Semua peralatan dan fasilitas pendukung berada dalam kondisi siap menghadapi peningkatan volume peti kemas,” kata Nyoman.
Untuk menjaga kelancaran layanan tanpa jeda, TPKS menerapkan pengaturan khusus sumber daya manusia selama periode libur panjang. Di antaranya dengan memastikan ketersediaan personel, melakukan penyesuaian jadwal kerja dan cuti, serta menerapkan sistem jadwal fleksibel antar grup kerja.
Selain itu, TPKS juga menyiapkan langkah antisipasi untuk mencegah penumpukan peti kemas, terutama saat libur industri dan adanya pembatasan operasional truk angkutan barang pada waktu tertentu. Salah satunya dengan menjaga Yard Occupancy Ratio (YOR) agar tetap terkendali.
“Area buffer untuk penumpukan peti kemas tambahan, baik di dalam terminal maupun di luar terminal, telah kami siapkan untuk menampung peti kemas yang kemungkinan tertahan di pelabuhan,” jelasnya.
Dengan berbagai upaya tersebut, TPKS optimistis pelayanan bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dapat tetap berjalan andal, aman, dan efisien sepanjang periode Nataru 2025–2026.


