Ad imageAd image

Tol Solo-Ngawi Disebut Jadi Titik Lelah, Pemudik Diberi Waktu Istirahat 30 Menit

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 812 Views
2 Min Read
Kendaraan melintas di jalan tol Solo-Ngawi di wilayah Kartoharjo, Ngawi. (Foto: Dok. Antara Foto)

INDORAYA – PT Jasa Marga menyebut bahwa ruas jalan Tol Solo-Ngawi yang panjangnya mencapai 90 kilemeter menjadi titik lelah bagi para pemudik saat perjalanan mudik Lebaran. Sehingga pemudik yang kecapekan nanti disarankan untuk istirahat di lokasi rest area.

Direktur Teknik Operasional Jasa Marga Solo-Ngawi, Tori Ayanda mengatakan, pemudik yang melintas ruas Tol Solo-Ngawi diberi waktu maksimal 30 menit untuk istirahat di lokasi rest area yang terletak di KM 550.

“Ruas Solo-Ngawi memang jadi titik lelah. Orang kalau dari Jakarta sampai ke Semarang itu sudah dua jam. Terus kalau ditambah ruas Solo-Ngawi yang panjangnya 90 kilometer, saya kira untuk di KM 550 itu sudah titik lelah yang benar-benar butuh istirahat,” katanya saat dikonfirmasi, belum lama ini.

BACA JUGA:   Kadin Dorong Pelaku Usaha di Jateng Adaptif dan Inovatif

Ia berkata, waktu istirahat yang diberikan di rest area sebenarnya sudah lebih dari cukup. Karena dalam waktu 30 menit tersebut, setiap pemudik terutama para sopir bisa meluangkan waktu tidur sejenak sekitar 10-15 menit.

“Kita berikan waktu 30 menit di rest area maksimum. Tetapi saya kira kalau mengantuk itu sudah cukup. Pengalaman saya 10-15 menit tidur itu sudah pulih,” ungkap Tori.

Sehingga pihaknya mewanti-wanti kepada para pengguna kendaraan pribadi jika kelelahan saat melintasi Tol Solo-Ngawi, ada baiknya langsung mencari lokasi rest area. Jika rest area yang ditujukan sudah penuh, sopir disarankan mencari rest area terdekat lainnya.

BACA JUGA:   Desa Wisata Ditarget Jadi Destinasi Wisata Unggulan Jawa Tengah Tahun 2023

“Kalau mengalami kelelahan, mengantuk segera cari tempat istirahat secepatnya. Kalau libur biasanya rest area penuh sekali dan di rest area sudah diberi pemberitahuan kalah penuh diimbau gunakan rest area selanjutnya,” ungkap dia.

Lebih jauh lagi, untuk potensi titik rawan kecelakaan di ruas Tol Solo-Ngawi, PT Jasa Marga belum mengidentifikasinya. Sebab, dari pemantauan secara geometrik, pihaknya telah memenuhi standar persyaratan teknis pembangunan ruas jalan tol.

“Tidak ada masalah kaitan dengan kecelakaan. Tahun ini kami berusaha mengintensifkan kampanye keselamatan berkendara di rest area. Jadi berkendara kalau sudah lelah lebih baik istirahat. Microslip itu yang sangat berbahaya,” tandas Tori.

BACA JUGA:   Kenaikan Harga Daging Ayam Jadi Penyumbang Inflasi di Jateng
Share this Article
Leave a comment