INDORAYA – Belakangan ini kasus seseorang mengidap obesitas menjadi ramai perbincangan publik. Seperti halnya, kasus obesitas yang menimpa Muhammad Fajri (27) di Tanggerang.
Berkaca dari contoh kasus obesitas tersebut, dr Andrian Setiaji selaku praktisi kesehatan membagikan tips untuk mengindari obesitas. Salah satunya, gaya hidup seimbang.
“Obesitas itu berhubungan ke lifestyle sendiri, contohnya seseorang yang mager itu kan aktivitas fisik turun. Sehingga kalori yang dikeluarkan pun enggak banyak, sedangkan kalau kalori yang masuk banyak ngemilnya serta pola makannya enggak dijaga. Artinya, enggak balance dari kalori yang dikeluarkan maupun dimasukan,” jelas Dokter Andrian saat ditemui Indoraya dalam kegiatan ProGuard ProFestival di Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Minggu (18/6/2023).
Andrian melanjutkan, prinsip pola hidup sehat sangat penting untuk diterapkan sebagai pencegahan obesitas. Dari situ, seseorang bisa melakukan defisit kalori atau diet sehat.
“Mungkin kalori yang kita makan harus dikontrol dan bahan-bahan yang kita pilih, misalnya makan-makanan berbahan minyak harus dikurangi,” imbuh dia.
Selain gaya hidup seimbang dan defisit kalori, menurut dia, olahraga teratur juga diperlukan untuk pencegahan obesitas sesuai rekomendasi dari WHO.
“Aktivitas fisiknya harus kita tingkatkan, olahraga rekomendasinya minimal tiga kali seminggu minimal 30 menit. Jangan sampai olahraga cuma 5 sampai 10 menit. Bahkan, seminggu 1 kali dua kali habis itu off. Nah itu paling penting konsistensi harus terjaga,” jelasnya.
Sisi lain, dokter Andrian menyarankan kepada masyarakat agar menghindari olahraga di atas jam 9 malam.
Karena, malam hari adalah waktunya tubuh beristirahat sehingga ritme tubuh pun sudah dipersiapkan untuk itu.
“Kalau olahraga lebih jam 9 malam, abis olahraga pasti metabolisme naik, denyut jantungnya meningkat, takutnya menganggu kualitas tidur kita atau istilahnya masih melek. Jadi sebisa mungkin sebelum jam 9 malam, mau pagi, siang, sore enggak masalah,” ungkap dia.
Dokter Andrian menambahkan, setelah berolahraga pastinya harus mandi dan jika olahraganya terlalu malam pun respon setiap orang berbeda. Misalnya, kurang nyaman, kedinginan atau efek kulit iritasi.
“Lebih baik kita sama ratakan menghindari malam maksimal jam 9 kita sudahi olahraga dan mandi,” ucap dia.
Seperti halnya rekomendasi dari Dokter Adrian untuk menjaga kesehatan dan kebersihan tubuh, Brand Representative ProGuard, Karina Widhia, juga mendukung hal itu. Yakni dengan cara meluncurkan sebuah produk sabun anti bakteri.
“Untuk Pro Guard sendiri kita itu udah ada kandungan anti bakterial plus, jadi punya kandungan CHG itu yang bisa membunuh 99,9 persen virus bermutasi. Nah in juga aman dipakai berkali-kali karena kita juga pakai kandungan non drying formula, dan ada dermatologically tasted jadi aman banget dipakai segala usia,” papar dia.


