INDORAYA – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau Zulhas, meninjau Pasar Simongan, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (2/1/2026) pagi. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memantau perkembangan harga dan ketersediaan bahan pokok pasca perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Dalam peninjauan itu, Zulhas berdialog langsung dengan para pedagang untuk mengetahui kondisi harga pangan di lapangan. Selain itu, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini juga membagikan beras kepada warga yang sedang berbelanja serta para pedagang di Pasar Simongan.
Berdasarkan hasil tinjauannya, Zulhas menyampaikan bahwa harga sejumlah kebutuhan pokok terpantau stabil, bahkan sebagian mengalami penurunan. Komoditas tersebut meliputi ayam potong, telur, daging, bawang merah, bawang putih dan beras.
Harga ayam potong yang sebelumnya mencapai Rp42.000 per kilogram kini turun menjadi Rp38.000 per kilogram. Harga telur juga turun menjadi Rp28.000 per kilogram. Sementara itu, bawang merah turun dari Rp55.000 menjadi Rp50.000 per kilogram, dan bawang putih kini dijual Rp45.000 per kilogram dari sebelumnya Rp50.000 per kilogram.
“Tadi lihat sendiri harga-harganya. Ayam Rp38.000, sama seperti saat saya cek di Kendal pada 31 Desember lalu. Telur Rp28.000 sampai Rp29.000, tidak ada perubahan. Daging juga masih stabil, beras sama, dan bawang merah kini di angka Rp45.000 per kilogram,” ujar Zulhas kepada Indoraya.News usai peninjauan.
Zulhas menegaskan bahwa harga kebutuhan pokok setelah Tahun Baru 2026 masih dalam kondisi stabil. Ia juga memastikan ketersediaan stok pangan aman dan melimpah, salah satunya berkat pelaksanaan operasi pasar yang dilakukan pemerintah.
“Jadi, Alhamdulillah barangnya banyak, stoknya banyak dan harganya stabil ya,” ungkap Zulhas.
Sementara itu, salah satu pedagang ayam potong di Pasar Simongan, Miskal, mengaku bersyukur karena harga ayam potong mengalami penurunan sejak sekitar lima hari terakhir. Saat ini, harga ayam potong berada di angka Rp38.000 per kilogram dari sebelumnya Rp42.000 per kilogram.
“Sudah ada penurunan harga sekitar lima harian. Sebelumnya mahal banget, nggak bisa ngolah, dan jualnya susah karena mahal,” ujar Miskal kepada Indoraya.News.
Menurut Miskal, harga ayam potong sempat tinggi dalam waktu yang cukup lama hingga hampir setengah tahun, sehingga memberatkan pedagang maupun pembeli.
“Mahal sudah lama kok, lama banget mahal. Hampir setengah tahun. Walah, ngeluh sirahe (pusing kepalanya) tukang ayam, mahalnya kelamaan. Jadi, jualannya nggak masuk,” bebernya.


