Ad imageAd image

Tinjau Langsung Banjir di Demak, Jokowi: Tanggul Jebol Sungai Wulan 16 Meter Sudah Ditutup Tadi Malam

Dickri Tifani
By Dickri Tifani 903 Views
4 Min Read
Presiden Jokowi mengunjungi pengungsi di SMK Ganesa Gajah, Kecamatan Gajah dan mendatangi pengungsi di Gedung Wisma Halim, Kabupaten Demak, Jateng. (Foto: Pemprov Jateng)

INDORAYA – Presiden Joko Widodo meninjau langsung lokasi terdampak banjir di Kabupaten Demak, Jawa Tengah (Jateng), Jumat (22/3/2024). Tiba di Demak, Jokowi mengecek kondisi banjir di Kecamatan Gajah dan Bintoro Demak.

Dalam kunjungan ini Presiden Jokowi juga mengunjungi pengungsi di SMK Ganesa Gajah, Kecamatan Gajah dan mendatangi pengungsi di Gedung Wisma Halim, Kabupaten Demak, Jateng.

Tampak yang mendampingi mantan Wali Kota Surakarta tersebut yakni Menteri Pekerjaan Umum dan Perumauan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Pj Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Deddy Suryadi, dan Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, Danlanumad Ahmad Yani Kolonel Cpn Ihwan Okti Riyadi, serta
Bupati Demak Eisti’anah.

Usai kunjungan, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa sejumlah langkah diperlukan untuk mengatasi banjir yang merendam sejumlah kecamatan di Kabupaten Demak.

Hujan ekstrem yang turun menyebabkan tanggul tidak mampu menampung air dan jebol sehingga menggenangi rumah warga. Namun, saat ini menurut Presiden perbaikan tanggul di daerah tersebut telah dilakukan.

BACA JUGA:   Respon Kebakaran di Pelabuhan Tegal, Pemprov Jateng Minta Evaluasi Mekanisme Parkir Kapal

“Tapi, tadi malam yang lebar itu yang jebol 16 meter, tadi malam jam 1 sudah tertutup, selesai dikerjakan selama empat hari berturut-turut, siang-malam,” kata Presiden di hadapan wartawan.

Tak hanya memperbaiki tanggul, pemerintah juga telah melakukan teknik modifikasi cuaca (TMC) untuk mengurangi curah hujan ekstrem di wilayah Kabupaten Demak dan sekitarnya.

“Kita harapkan, yang kedua, awan di atas juga telah dilakukan TMC, sehingga bisa digeser ke arah laut. Ini juga akan sangat mengurangi hujan yang ada di Kabupaten Demak dan sekitarnya,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga terus melakukan pemompaan untuk mengurangi genangan air. Presiden mengungkapkan, genangan air yang semula mencapai 2 meter telah surut hingga sekitar 50 sentimeter.

“Ini sudah turun dari 2 meter, saya tadi mendapatkan laporan, hampir semuanya sudah setengah meter. Tetapi apapun itu tetap mengganggu aktivitas warga sehingga, yang ketiga nanti akan kita lakukan pemompaan-pemompaan,” ujarnya.

BACA JUGA:   Tiga Remaja Ditemukan Meninggal Dunia Usai Tenggelam di Curug Barong Pemalang

Lebih lanjut, Presiden mengingatkan akan pentingnya menjaga lahan dan sungai dari sedimentasi. Hal tersebut menurutnya juga berdampak pada peningkatan risiko banjir.

“Semua waduk, semua sungai itu problemnya selalu sedimentasi. Kenapa itu terjadi? Karena juga tidak dihambat di hulunya tanaman-tanaman yang banyak, banyak yang ditebang, problemnya semua di situ. Kalau tidak terjadi banjir bandang ya banjir, problemnya di situ,” ujarnya.

Sementara terkait dengan bangunan yang rusak akibat bencana, Presiden Jokowi menegaskan bahwa pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan melakukan pengecekan dan pemulihan. Hal ini juga termasuk pemberian bibit tanaman dari Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mengembalikan lingkungan yang terdampak.

“Nanti Kementerian PU biar dicek dengan BNPB, termasuk yang tanamannya rusak nanti akan diberi bibit lagi dari Kementerian Pertanian,” tandasnya.

BACA JUGA:   Baliho Masih Efektif untuk Strategi Kampanye? Begini Penjelasan Pakar Komunikasi

Senada dengan Jokowi, Pj Gubernur Jateng, Nana Sudjana memastikan kondisi empat titik tanggul sungai wulan di Kabupaten Demak sudah berhasil ditutup. Namun, saat ini masih proses penguatan.

“Saat ini sudah ditutup, dan bisa dikatakan tinggal penguatan saja,” kata Nana.

Selama proses penguatan tanggul, lanjut Nana, akan tetap dilakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau rekayasa cuaca. Hal ini sudah dikomunikasikan pihaknya dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG).

“Untuk pelaksanaan rekayasa cuaca, ini akan dilaksanakan sampai dengan tanggul ini betul-betul siap, dan tanggul ini sudah betul-betul diperkuat. Setelah itu baru nanti rekayasa cuacanya dicabut,” jelasnya.

Nana menilai, rekayasa cuaca yang berhasil dilaksanakan beberapa hari ini, mampu membantu mengurangi debit air di wilayah terdampak banjir. Senyampang dengan itu, penyedotan air di wilayah banjir juga dilakukan agar cepat surut.

Share this Article
Leave a comment