INDORAYA – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, menyampaikan bahwa pihaknya terus memperbarui data temuan korban tanah longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap. Update tersebut dilakukan setiap hari hingga masa pencarian berakhir.
Ia menjelaskan, tim gabungan melakukan upaya pencarian yang difokuskan untuk menemukan warga yang masih dinyatakan hilang.
Operasi pencarian melibatkan 747 personel dari berbagai unsur, dipimpin Komando Ops SAR Basarnas. Personel yang terlibat meliputi Basarnas, TNI, Polri, relawan penanggulangan bencana, serta sejumlah instansi terkait.
Operasi SAR direncanakan berlangsung hingga tujuh hari sejak kejadian longsor.
Setiap korban yang ditemukan, katanya, langsung dibawa untuk proses identifikasi, kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Ia mengatakan, proses identifikasi memerlukan ketelitian, mengingat petugas harus memastikan kecocokan nama dan asal korban.
Saat ini, ia menjelaskan, area pencarian difokuskan di Dusun Tarukahan dan Cibuyut. Petugas bekerja sangat hati-hati karena kondisi tanah di lokasi masih labil.
Sebanyak 10 excavator dan sejumlah Alkon set dikerahkan untuk mengangkat timbunan tanah.
Selain itu, anjing pelacak K-9 Polri juga disiagakan untuk membantu pencarian bila diperlukan. Upaya di lapangan sempat terkendala akibat hujan deras disertai angin kencang pada Sabtu (15/11/25) sore.
“Sebelumnya juga terjadi cuaca ekstrem. Hujan turun deras dan durasinya cukup lama. Tentu tim harus hati-hati, agar tidak membahayakan jiwa,” ungkap Bergas.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meminta tim gabungan untuk terus mengupayakan pencarian hingga seluruh korban berhasil ditemukan. Ia juga kembali mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana.
“Terutama warga yang tinggal di daerah-daerah rawan bencana. Mengingat saat ini curah hujan masih tinggi,” ungkap Luthfi.
Pada Minggu (16/11/25), dilakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Cilacap untuk memperpanjang waktu efektif pelaksanaan operasi SAR.
Penanganan bencana longsor ini dilakukan bersama berbagai unsur dari pusat, provinsi, dan kabupaten, termasuk BNPB, Basarnas, Kemensos, KemenPU, TNI-Polri, serta dari Provinsi Jateng dan Kabupaten Cilacap seperti BPBD, Dinsos, Dinkes, Dishanpan, PU-BMCK, dan ESDM. PMI, Baznas, relawan, dan masyarakat juga turut membantu.
Sebagai informasi, hingga berita ini ditayangkan, Senin (17/11/25), korban yang ditemukan berjumlah 15 orang dan 8 lainnya masih dalam pencarian.


