INDORAYA – Tim Klinik Jalan milik Pemerintah Kabupaten Jepara mulai menggenjot perbaikan di berbagai ruas strategis demi menjaga kelancaran lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan. Pemeliharaan difokuskan pada titik-titik kerusakan yang dinilai mengganggu aktivitas masyarakat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Jepara, Hery Yulianto, menjelaskan bahwa perbaikan dilakukan dengan metode pelapisan ulang aspal. Pekerjaan dipercepat dengan memanfaatkan kondisi cuaca yang mendukung.
“Kesempatan cuaca panas dan tidak hujan kami manfaatkan untuk mempercepat pemeliharaan jalan,” ujarnya, saat dihubungi, Selasa (3/2/2026).
Sejumlah ruas jalan yang telah mendapatkan penanganan dari tim klinik jalan antara lain Jalan Diponegoro, KH Fauzan, Pakis Haji, HM Sahid, dan Slamet Riyadi. Selain itu, perbaikan juga dilakukan di Jalan AR Hakim, Veteran, Imam Bonjol, MH Thamrin, Kolonel Sugiono, hingga Letjen Suprapto.
Untuk Jalan AE Suryani, perbaikan saat ini difokuskan di ruas pertigaan Bulu. Penanganan lanjutan di titik lainnya akan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi cuaca serta skala prioritas kerusakan.
Hery menambahkan, pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap kondisi jalan lain guna menentukan prioritas pemeliharaan berikutnya.
Di tengah proses perbaikan, masyarakat diminta tetap berhati-hati saat melintas di area pekerjaan. Dukungan dari pengguna jalan dinilai penting agar proses pemeliharaan berjalan lancar dan aman bagi semua pihak.
Terkait kerusakan di jalan provinsi ruas Sekuro–Mlonggo, Hery menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyiapkan anggaran perawatan sebesar Rp2 miliar tahun ini. Saat ini, prosesnya sudah memasuki tahap pengadaan atau lelang.
“Secepatnya akan dilakukan perbaikan. Ini masuk dalam anggaran klinik jalan untuk penanganan jalan provinsi yang berada di wilayah Jepara,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Jepara Witiarso Utomo menegaskan pemerintah daerah terus berkoordinasi agar perbaikan jalan provinsi tersebut segera terealisasi karena menjadi jalur penting mobilitas masyarakat.
“Kami memahami keluhan masyarakat terkait kondisi jalan saat ini. Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi, agar perbaikan bisa segera dilaksanakan. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama,” kata bupati.


