INDORAYA – Sebanyak tiga kloter rombongan warga Kelurahan Bendan Ngisor, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, yang hendak berwisata ke luar kota, akhirnya membatalkan rencana pinik tersebut.
Hal ini dilakukan usai insiden kecelakaan bus yang membawa rombongan Forum Kesehatan Kelurahan (FKK) Bendan Ngisor di Exit Tol Pemalang. Rombongan FKK Bendan Ngisor tersebut tujuannya berwisata ke Guci, Kabupaten Tegal.
Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Bendan Ngisor, Sugeng Purwoko, mengungkapkan, rencana keberangkatan tiga kloter rombongan tersebut resmi dibatalkan sebagai bentuk penghormatan terhadap para korban.
Keputusan itu diambil lantaran suasana duka akibat insiden bus pariwisata yang terguling di Exit Tol Pemalang masih menyelimuti warga serta perangkat Kelurahan Bendan Ngisor.
Sugeng menuturkan, tak ada seorang pun yang menyangka perjalanan penuh tawa menuju Guci, Tegal, justru berakhir duka. Menurutnya, musibah yang menimpa warganya merupakan takdir yang tak bisa ditebak.
“Ini sebenarnya bulan untuk rekreasi. Minggu depan masih ada tiga rombongan lagi, tapi kita hentikan dulu karena masih berduka atas insiden ini. Kita harus menghormati teman-teman yang terkena musibah,” kata Sugeng di Kantor Kelurahan Bendan Ngisor, Sabtu (26/10/2025) malam.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa rombongan FKK yang berencana berwisata ke Guci berakhir tragis setelah mengalami kecelakaan di ruas Tol KM 312B. Insiden tersebut menewaskan empat orang dan melukai belasan lainnya.
“Namun, pelayanan tidak terganggu karena dibantu oleh kelurahan sekitar,” tambahnya.
Sementara itu, perangkat Kelurahan Bendan Ngisor, Hasanuddin, menuturkan, bus berwarna hijau yang membawa 32 penumpang, termasuk dirinya, berangkat dari Jalan Lamongan Raya, Kota Semarang, sekitar pukul 06.30 WIB.
Namun sebelum tiba di lokasi wisata Guci, bus tersebut menabrak pembatas jalan di tikungan exit Tol Pemalang dan terguling, sekitar pukul 08.40 WIB.
Menurutnya, bus yang ia tumpangi semula melaju dengan normal. Namun, sesampainya di tikungan exit tol, kendaraan tiba-tiba kehilangan kendali.
“Tikungannya tajam sekali. Bisa jadi karena rem blong juga, akhirnya nabrak pembatas jalan dan bus-nya terguling,” ungkap Hasanuddin, Sabtu sore.


