Ad imageAd image

THR Paling Lambat Dibayar H-7 Lebaran, Disnakertrans Jateng Buka Posko Aduan

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 717 Views
3 Min Read
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Aziz. (Foto: Dok. Athok Mahfud/Indoraya)

INDORAYA – Perusahaan wajib mencairkan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada pekerja atau buruh paling lambat H-7 Lebaran. Hal ini tercantum dalam SE yang diterbitkan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah pada 15 Maret 2024 lalu.

SE Nomor M/2/HK.04/III/2024 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan 2024 Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan itu ditujukan kepada para Gubernur di Indonesia.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Aziz kemudian menindaklanjutinya dengan memberikan SE Gubernur kepada bupati dan walikota di provinsi tersebut.

Aziz menyebut aturan pemberian THR diatur dalam PP 51 tahun 2023 tentang Pengupahan. Pasal 9 ayat 1 disebutkan THR wajib diberikan oleh perusahaan kepada pekerja atau buruh. Pasal 2 berisi tentang pembayaran THR paling lambat H-7 lebaran.

BACA JUGA:   Konflik Iran vs Israel Kian Panas, Pengusaha di Jateng Khawatir Sektor Industri Terganggu

“Ayat 2 berisi THR keagamaan wajib dibayarkan paling lama 7 hari sebelum hari raya keagamaan,” kata Aziz

Besaran THR dibayarkan penuh apabila buruh telah genap bekerja selama satu tahun. Apabila kurang dari 12 bulan maka besaran THR mengikuti lama karyawan bekerja di perusahaan tersebut.

“Apabila kurang dari 12 bulan diberikan secara proporsional. Kalau dia baru bekerja 3 bulan, jadinya 3:12 dikali jumlah upahnya,” kata Aziz.

Lebih lanjut Disnakertrans Jateng juga membuka posko aduan untuk memberikan kemudahan bagi para pekerja ataupun perusahaan yang membutuhkan layanan konsultasi terkait THR.

BACA JUGA:   Bapemperda DPRD Jateng Tetapkan 21 Raperda dalam Propemperda Tahun 2023

“Biasanya konsultasi itu dilakukan minimal seminggu sebelum hari raya. Jadi, mulai sekarang kita buka konsultasi. Biasanya nanti ada teman-teman buruh yang menanyakan, ‘saya bekerja satu bulan dapat THR atau tidak?’ dan sebagainya,” bebernya.

Jika tepat H-7 sebelum Lebaran, maka sifatnya bukan lagi konsultasi, melainkan pengaduan. Pada waktu-waktu tersebut biasanya banyak pekerja yang melapor bahwa mereka belum menerima THR.

“Nanti di H-7 Lebaran itu sifatnya sudah pengaduan. Pekerja buruh ada yang sudah mengidentifikasi bahwa perusahaannya tidak jelas, (antara) mau berikan THR atau tidak Terus ada yang mengadukan,” ucap Aziz.

BACA JUGA:   Isu Pendamping Prabowo di Pilpres 2024 Terus Bermunculan, Nama Gibran Makin Santer

Sebagai tindak lanjut atas pengaduan ini, pengawas ketenagakerjaan tingkat kabupaten/kota akan menelusuri laporan. Di mana perusahaan yang melanggar akan diberikan nota pemeriksaan.

“Jadi ketika ada pengaduan, akan segera kami tindak lanjuti,” tegas Aziz

Bagi masyarakat yang ingin melakukan konsultasi atau pengaduan mengenai THR dapat melapor langsung ke Disnakertrans Jateng melalui nomor 082223000811 dan 081328451596.

Share this Article
Leave a comment