INDORAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang tengah mematangkan persiapan sebagai tuan rumah peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2023. Acara itu akan menyajikan berbagai festival, permainan, parade untuk menghibur anak-anak.
Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu (Ita), menyampaikan bahwa konsep dalam peringatan HAN 2023 di Kota Semarang dikemas dengan menyenangkan dan ceria untuk anak-anak.
“Pada puncak acara, selain acara peringatan, anak-anak juga akan dihibur dengan suasana menarik seperti berbagai festival, game, photo booth, permainan tradisional, parade musik dan lain sebagainya,” katanya, di Semarang, Jumat (9/6/23).
Adapun peringatan HAN 2023 ini mengangkat tema “Anak Indonesia Bangkit Bergerak, Maju Serentak, Selamanya Berdampak”. Rangkaian acara dimulai dari 20-23 Juli 2023 di Kota Semarang.
Dalam mempersiapkan acara HAN 2023, Ita mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan Menteri Pemberdayaan Pembangunan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati (Bintang Puspayoga).
Ita menyampaikan, tempat-tempat wisata ikonik di Semarang pun telah disiapkan, seperti Kelenteng Sam Poo Kong, Kota Lama, Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), sedangkan puncak peringatan HAN 2023 akan digelar di Lapangan Simpang Lima.
Nantinya, pada puncak acara akan dihadiri oleh para pimpinan kementerian, lembaga, forum anak nasional, NGO (non-governmental organization), dan para penerima penghargaan Kota Layak Anak akan hadir pada puncak peringatan HAN 2023.
Puncak acara peringatan HAN 2023, juga akan dihadiri sekitar 12.000 anak dari seluruh Indonesia, terbagi atas peserta luring sebanyak 2.000 anak dan daring sebanyak 10.000 anak.
Sebelum puncak peringatan, Ita menyebutkan sebanyak 700 anak dari seluruh Indonesia akan mengikuti kegiatan diskusi dan seminar Forum Anak Nasional (FAN) 2023.
Sebelumnya, Menteri PPPA Bintang Puspayoga menunjuk Kota Semarang sebagai tuan rumah peringatan HAN 2023 karena dianggap memiliki komitmen kuat dalam penanganan isu perempuan dan anak.
“Kota Semarang dipilih, satu, bagaimana selama ini saya melihat komitmen Pemda terhadap penanganan isu perempuan dan anak. Kedua, karena komitmen dan kesiapan berkaitan dengan pelaksanaan puncak peringatan yang perlu sinergi dan kolaborasi,” ujar Bintang.


