INDORAYA – Universitas Diponegoro (UNDIP) mencatatkan capaian gemilang pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-38 yang diselenggarakan di Universitas Hasanuddin.
UNDIP melonjak dari posisi peringkat 27 tahun lalu ke posisi 4 tahun 2025 dengan menyabet total 14 medali yang terdiri atas 3 emas, 1 perak, dan 3 perunggu untuk kategori Poster, serta 1 emas, 4 perak, dan 2 perunggu untuk kategori Presentasi.
Anugrah ini diumumkan pada malam penutupan yang digelar di GOR JK Arenatorium Universitas Hasanuddin, Makassar pada Rabu, 27 November 2025 ini. Tim Chitoma mencatat prestasi tertinggi dengan raihan dua medali emas untuk kategori Poster dan Presentasi di kelas PKM-K2.
Prestasi emas juga diraih oleh Tim Satis untuk kategori Poster kelas PKM-K1, disertai tambahan medali perak pada kategori Presentasi. Tim S-DIDES turut menguatkan dominasi UNDIP dengan emas pada kategori Poster dan perak pada kategori Presentasi kelas PKM-KC2.
Sementara itu, Tim Tioxene menyumbang medali perak pada kategori Presentasi PKM-RE4, dan Tim Quathemica serta Tim Tridaxdots masing-masing meraih dua medali perunggu untuk kategori Poster dan Presentasi kelas PKM-RE3 dan PKM-RE1.
Selain itu, Tim Geowave (PKM-GFT) dan Tim Courcide (PKM-RE2) turut menambah raihan medali melalui medali perunggu kategori Poster, melengkapi total perolehan 14 medali UNDIP pada ajang PIMNAS ke-38 tahun ini.
Mendengar kabar ini, Rektor UNDIP Prof. Suharnomo menyampaikan rasa bangganya atas capaian ini. Menurutnya, prestasi ini ialah anugerah yang luar biasa.
“Ini menunjukkan bahwa strategi pembinaan mahasiswa serta pendampingan yang dilakukan selama ini berjalan dengan sangat efektif. Saya sangat bangga dan bersyukur atas upaya mahasiswa, dosen pembimbing, dan seluruh tim yang bekerja siang malam”, ucapnya, dalam keterangan pers yang diterima, Jumat (28/11/2025).
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Heru Susanto bersyukur atas hasil yang ditorehkan. Dia berkata, posisi Undip yang berada di peringkat 4 ini tidak lepas dari perjuangan seluruh tim.
“Satu tahun yang lalu kita pulang dalam keadaan lesu karena berada di posisi 27. Tapi kita bangkit dan berusaha semaksimal mungkin. Malam ini Allah memberikan kehormatan luar biasa kepada kita. Hasil tidak akan pernah berkhianat pada usaha. Ini bukan akhir, tapi momentum agar esok lebih baik dari hari ini,” ungkapnya.
Heru menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh unsur, mulai dari mahasiswa, dosen pendamping, hingga tim Task Force PKM UNDIP.
“Ini adalah prestasi kita semua. Saya berterima kasih atas dedikasi mahasiswa, dosen pendamping, dan seluruh tim yang terlibat. Modal pengalaman ini akan membawa UNDIP melangkah lebih percaya diri ke ajang berikutnya.” ujarnya.
Lebih lanjut dia juga mengajak para mahasiswa untuk tidak berhenti pada keberhasilan ini. Ia menegaskan bahwa prestasi PIMNAS bukanlah garis akhir, melainkan momentum untuk terus berkembang.
“Terus tingkatkan usaha karena tidak semua yang baik atau hebat mendapat medali, namun perjuangan kalian tetap berarti. Hasil ini menjadi modal untuk melangkah lebih jauh, dan kami yakin kalian bisa meraih capaian yang lebih baik di masa mendatang,” pungkas Heru.


