Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Tekan Lahan Kritis, Jepara Target Gerakan Menanam 3,2 Juta Pohon hingga 2029
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Daerah

Tekan Lahan Kritis, Jepara Target Gerakan Menanam 3,2 Juta Pohon hingga 2029

By Redaksi Indoraya
Sabtu, 13 Des 2025
Share
3 Min Read
Bupati Jepara Witiarso Utomo saat Program Jepara Menanam di Lapangan Oro-oro Bucu, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, Jumat (12/12/2025).
SHARE

INDORAYA – Pemerintah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, menargetkan penanaman 3,2 juta pohon sebagai langkah strategis menekan lahan kritis dan memperkuat ketahanan lingkungan. Target tersebut dicanangkan melalui Program Jepara Menanam yang diluncurkan bertepatan dengan peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) 2025.

Bupati Jepara Witiarso Utomo menegaskan bahwa gerakan menanam pohon menjadi upaya konkret pemerintah daerah dalam memulihkan kondisi lingkungan yang terus terdegradasi.

“Program ini menjadi langkah strategis untuk mengurangi luas lahan kritis sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan,” kata Bupati Jepara Witiarso Utomo saat pencanangan Program Jepara Menanam di Lapangan Oro-oro Bucu, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, Jumat (12/12/2025).

Data tahun 2024 menunjukkan luas lahan kritis di Jepara mencapai 8.769,25 hektare, yang terdiri atas lahan kritis seluas 6.686,90 hektare dan sangat kritis 2.082,35 hektare. Kondisi tersebut mendorong pemerintah dan masyarakat menyepakati gerakan penanaman pohon secara berkelanjutan.

Bupati menjelaskan, Jepara menargetkan penanaman sekitar 800 ribu bibit pohon setiap tahun. Dengan pola tersebut, dalam kurun empat tahun, jumlah pohon yang ditanam ditargetkan mencapai 3,2 juta batang.

“Kita harus sayang dengan alam supaya alam juga sayang dengan kita. Kalau keseimbangan terjaga, hidup kita lebih aman,” ujarnya.

Selain berfungsi sebagai upaya ekologis, Bupati juga menekankan pentingnya pemilihan jenis tanaman yang memiliki nilai ekonomi, terutama tanaman buah. Dengan pendekatan ini, penghijauan diharapkan tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat yang merawatnya.

Ia menambahkan, mulai tahun 2027 pemerintah daerah akan memprioritaskan alokasi anggaran khusus untuk penanaman pohon sebagai bagian dari strategi mitigasi bencana.

“Jangan hanya menanam, tapi juga memastikan pohon tumbuh. Itu yang paling penting,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jepara Rini Padmini menyampaikan bahwa Program Jepara Menanam akan dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi agenda tahunan. Penyediaan bibit dilakukan melalui persemaian DLH dengan melibatkan kolaborasi berbagai pihak.

Menurut Rini, bibit yang disiapkan mencakup beragam jenis tanaman keras dan tanaman buah, seperti Sengon, Cemara Laut, Ketapang, Alpukat, Nangka, Durian, Tabebuya, Matoa, hingga Sukun.

Pada tahap awal pelaksanaan tahun ini, sebanyak 18.572 bibit telah disalurkan ke enam kecamatan, yakni Kecamatan Kembang sebanyak 10.118 bibit, Kecamatan Keling 2.168 bibit, Kecamatan Bangsri 2.664 bibit, Kecamatan Pakis Aji 1.350 bibit, Kecamatan Batealit 2.022 bibit, serta Kecamatan Mayong 250 bibit.

“Harapan kami, bibit-bibit ini tidak hanya ditanam, tetapi juga dipelihara hingga tumbuh kuat dan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan,” ujarnya.

TAGGED:Berita Jateng TerkiniBerita JeparaJepara menanam pohonLahan kritis jepara
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Elon Musk Buka Loker Bergaji Rp4 Miliar, xAI Cari Talent Engineer AI Kelas Dunia Sabtu, 24 Jan 2026
  • Penipuan Online Rugikan Rp9,1 Triliun, OJK Amankan Rp432 Miliar Lewat Anti-Scam Centre Sabtu, 24 Jan 2026
  • Banjir Berangsur Surut, Ratusan Pengungsi di Kudus Mulai Kembali ke Rumah Sabtu, 24 Jan 2026
  • Pemkab Batang Pastikan Anggaran BTT Rp11 Miliar Belum Digunakan untuk Penanganan Banjir Sabtu, 24 Jan 2026
  • Dianggap Lebih Sehat, Ahli Gizi Tegaskan Susu Oat Tak Lebih Unggul dari Susu Sapi Sabtu, 24 Jan 2026
  • Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di Sulsel Dijamin Asuransi, Maskapai Pastikan Pendampingan Penuh Sabtu, 24 Jan 2026
  • Rumah Lansia 87 Tahun Tak Layak Huni, Pemkot Semarang Segera Renovasi Sabtu, 24 Jan 2026

Berita Lainnya

Jateng

Banjir Berangsur Surut, Ratusan Pengungsi di Kudus Mulai Kembali ke Rumah

Sabtu, 24 Jan 2026
Jateng

LBH Semarang Nilai Pemprov Jateng Pasif Sikapi Maraknya Kriminalisasi Petani dan Mahasiswa

Jumat, 23 Jan 2026
Daerah

Investasi Rembang 2025 Tembus Rp15,47 Triliun, Serap 139 Ribu Tenaga Kerja

Jumat, 23 Jan 2026
Daerah

Targetkan Produksi Padi 222 Ribu Ton, 10 Kelompok Tani Pekalongan Terima Bantuan Alsintan

Jumat, 23 Jan 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?