Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Tekan Kasus Gizi Buruk dan Stunting, Heri Pudyatmoko Ajak Sinergi Program Kesehatan Balita Jateng
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Jateng

Tekan Kasus Gizi Buruk dan Stunting, Heri Pudyatmoko Ajak Sinergi Program Kesehatan Balita Jateng

By Ainun Nafisah
Jumat, 19 Des 2025
Share
3 Min Read
Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko.
SHARE

INDORAYA – Penanganan stunting dan gizi buruk pada balita tetap menjadi fokus utama pembangunan kesehatan di Jawa Tengah, meskipun prevalensi terus menunjukkan tren penurunan. Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi lebih intensif melalui program kesehatan dasar guna mempercepat pencapaian target nasional dan daerah.

Heri menyebut bahwa berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Jateng mencapai 17,1 persen, lebih baik dari angka nasional 19,8 persen.

“Ini capaian positif, tapi kita harus terus keroyokan karena target nasional 2025 adalah 18,8 persen, dan Jateng punya ambisi lebih rendah lagi,” ungkapnya.

Menurut Heri, program kesehatan dasar seperti penguatan puskesmas dan posyandu menjadi garda terdepan. Indikator seperti kasus gizi buruk dan stunting yang masih ada di beberapa kabupaten menuntut intervensi lebih masif, termasuk deteksi dini dan pemberian makanan tambahan.

Ia menyoroti peran Dinas Kesehatan sebagai OPD pelaksana utama dalam urusan kesehatan wajib. Kolaborasi dengan OPD lain, seperti Dinas Sosial untuk basis data terpadu dan Dinas Pertanian untuk ketahanan pangan, sangat krusial untuk menangani akar masalah seperti kemiskinan dan akses gizi.

Heri juga mengapresiasi penghargaan yang diterima Jateng dari Kemenkes atas intervensi spesifik stunting terbaik regional I pada 2025.

“Ini bukti kerja keras, tapi tantangan masih besar, terutama di wilayah dengan angka absolut tinggi sekitar 485 ribu balita stunting,” imbuhnya.

Tak hanya itu, ia juga mendorong pengoptimalan program seperti Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) dan pemberian makanan bergizi gratis yang mulai digulirkan pusat.

“Kolaborasi lintas sektor ini akan mempercepat penurunan kasus gizi buruk yang sering jadi pemicu stunting,” tegasnya.

Heri menekankan pentingnya edukasi masyarakat melalui posyandu untuk pemantauan rutin berat badan dan tinggi badan balita, serta pencegahan infeksi yang memperburuk gizi.

“DPRD akan kawal anggaran agar program kesehatan dasar ini tepat sasaran, karena stunting bukan hanya masalah gizi, tapi investasi masa depan SDM Jateng,” ujarnya.

Lebih lanjut, Heri mengajak TP PKK dan kader posyandu untuk terus aktif, mengingat peran mereka sebagai ujung tombak di tingkat desa.

Dengan kolaborasi yang solid, Heri optimis Jateng bisa mencapai target prevalensi stunting di bawah 14 persen menuju 2029, selaras dengan RPJMD dan prioritas nasional. [Adv]

TAGGED:Heri Pudyatmoko
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Jembatan 45 Meter Bakal Dibangun, Jadi Akses Menuju Sentra Pengasapan Ikan Bandarharjo Semarang Selasa, 13 Jan 2026
  • Ambisi Jateng Jadi Lumbung Pangan Nasional Terganggu Masifnya Alih Fungsi Lahan Senin, 12 Jan 2026
  • DLHK Jateng Bakal Gandeng Pabrik Semen Olah Sampah Jadi Energi Terbarukan Senin, 12 Jan 2026
  • Cuaca Ekstrem Mengintai Pantura Timur Jateng, Waspada Bencana Hidrometeorologi Senin, 12 Jan 2026
  • Banjir dan Longsor Terjang Puluhan Desa di Kudus, Ribuan Rumah Warga Rusak Senin, 12 Jan 2026
  • Banjir dan Longsor Putus Akses Jalan Desa Tempur Jepara, 3.522 Warga Terisolasi Senin, 12 Jan 2026
  • Berdiri di Atas Saluran Air, Lapak PKL Pasar Kobong Semarang Dirobohkan Satpol PP Senin, 12 Jan 2026

Berita Lainnya

Jateng

Ambisi Jateng Jadi Lumbung Pangan Nasional Terganggu Masifnya Alih Fungsi Lahan

Senin, 12 Jan 2026
Jateng

DLHK Jateng Bakal Gandeng Pabrik Semen Olah Sampah Jadi Energi Terbarukan

Senin, 12 Jan 2026
Jateng

Cuaca Ekstrem Mengintai Pantura Timur Jateng, Waspada Bencana Hidrometeorologi

Senin, 12 Jan 2026
Jateng

Kuota Haji Jateng 2026 Naik Jadi 34.122, Jemaah Mulai Berangkat Bulan April

Senin, 12 Jan 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?