Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Tangkal Hujan Ekstrem di Pantura Jateng, Operasi Modifikasi Cuaca Dilakukan Hingga 29 Januari
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Jateng

Tangkal Hujan Ekstrem di Pantura Jateng, Operasi Modifikasi Cuaca Dilakukan Hingga 29 Januari

By Athok Mahfud
Rabu, 28 Jan 2026
Share
3 Min Read
Pesawat PK-SCJ diterbangkan untuk melakukan operasi modifikasi cuaca di wilayah Perairan Utara Jawa Tengah. (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

INDORAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menekan potensi hujan ekstrem, khususnya di wilayah Pantura.

Operasi ini dilakukan sebagai langkah mitigasi bencana hidrometeorologi di tengah puncak musim hujan yang diperkirakan berlangsung hingga Februari 2026.

Pada Selasa (27/1/2026), OMC memasuki sortie ketiga. Pesawat PK-SCJ diterbangkan untuk melakukan penyemaian awan di wilayah Perairan Utara Jawa Tengah dengan membawa bahan semai Natrium Klorida (NaCl) seberat 1.000 kilogram.

Penyemaian difokuskan pada Target 1 yang berada pada radial 298 hingga 309 derajat, dengan jarak 52 sampai 82 nautical mile (nm) dari Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang.

“Area sasaran berada di perairan utara Jawa Tengah, yang secara meteorologis masih berpotensi mendukung pertumbuhan awan hujan,” ungkap Flight Scientist PT Makson Sukses Pratama, Fadhlan Rizakul Hafidz, Selasa (27/1/2026).

Berdasarkan hasil pengamatan selama penerbangan, penyemaian dilakukan pada awan Cumulus Congestus dengan puncak awan berada di ketinggian 14.000 hingga 15.000 kaki, serta dasar awan di kisaran 4.000 hingga 5.000 kaki. Selain itu, turut teridentifikasi awan Stratocumulus dengan puncak awan sekitar 10.000 kaki dan dasar awan pada ketinggian 6.000 kaki.

Fadhlan menjelaskan, kondisi angin pada ketinggian 10.000 hingga 11.000 kaki saat penyemaian bergerak dari arah Barat Daya hingga Barat dengan kecepatan 5 hingga 17 knot. Sementara di lapisan bawah hingga menengah, angin bergerak dari arah Barat Laut dengan kecepatan 17 hingga 25 knot.

Tim OMC juga melaporkan bahwa awan di perairan utara Jawa Tengah masih terpantau cukup masif dan berlapis. Pada ketinggian 10.000 kaki, terlihat banyak awan layering, meski pesawat masih mampu menembus hingga bagian utara awan target. Di lapisan atas, terpantau awan luruhan atau anvil yang berasal dari awan Cumulonimbus.

Menurut Fadhlan, operasi ini dilakukan untuk mengelola distribusi curah hujan agar tidak terkonsentrasi di wilayah daratan Jawa Tengah.

“Langkah ini juga bertujuan mendukung mitigasi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan genangan, terutama pada puncak musim hujan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Jawa Tengah, Bergas C Penanggungan, menegaskan bahwa operasi modifikasi cuaca akan terus dilaksanakan hingga 29 Januari 2026.

“Sesuai arahan Bapak Gubernur, saya sudah kontak dengan Kepala BNPB. Upaya penanganan darurat di wilayah terdampak guna pemulihan, yakni modifikasi cuaca sampai 29 Januari 2026,” kata Bergas.

Ia menjelaskan, dalam satu hari pelaksanaan OMC dapat dilakukan antara lima hingga sembilan sorti penerbangan, menyesuaikan kondisi awan dan potensi hujan yang terpantau.

Pesawat modifikasi cuaca, lanjut Bergas, dapat membawa dua jenis bahan semai, yakni kapur dan garam. Kapur digunakan untuk menahan hujan agar tidak turun di wilayah terdampak bencana, sementara garam berfungsi untuk menurunkan hujan lebih awal sebelum awan memasuki daratan.

Di sisi lain, Bergas mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, berdasarkan prediksi BMKG, puncak curah hujan diperkirakan masih berlangsung pada Januari hingga Februari 2026.

TAGGED:cuaca jawa tengahmodifikasi cuaca jatengOperasi Modifikasi Cuaca
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Pemprov Jateng Dorong Mahasiswa Lahirkan Gagasan Atasi Persoalan Masyarakat Selasa, 10 Feb 2026
  • Pasar Imlek Semawis 2026 Kembali Hadir, Simbol Harmoni Budaya dan Toleransi Warga Semarang Selasa, 10 Feb 2026
  • Pemprov Jateng Bakal Bangun SMA Negeri di Tambakromo dan Jaken Pati Selasa, 10 Feb 2026
  • Hotman Paris Ungkap Fakta Sidang Sritex: Seluruh Kredit Lunas, Negara Tak Rugi Senin, 09 Feb 2026
  • Langgar Keselamatan, Pikap Angkut Penumpang Dihentikan PJR di Tol Pejagan–Pemalang Senin, 09 Feb 2026
  • Sambut Ramadan 2026, Nusatu by ARTOTEL Hadirkan Paket Buka Puasa 8 Bayar 7 Senin, 09 Feb 2026
  • Dokumen Ungkap Obsesi Jeffrey Epstein pada Rekayasa Genetika dan Ide “Manusia Unggul” Senin, 09 Feb 2026

Berita Lainnya

Jateng

Pemprov Jateng Dorong Mahasiswa Lahirkan Gagasan Atasi Persoalan Masyarakat

Selasa, 10 Feb 2026
Jateng

Pemprov Jateng Bakal Bangun SMA Negeri di Tambakromo dan Jaken Pati

Selasa, 10 Feb 2026
Jateng

Pemprov Jateng Bakal Revitalisasi Museum, dari Gudang Artefak Jadi Destinasi Wisata Unggulan

Senin, 09 Feb 2026
Jateng

Februari Puncak Musim Hujan, Warga Jateng Diminta Waspada Bencana Hidrometereologi

Senin, 09 Feb 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?