Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Tangani Banjir Pantura, Pemprov Jateng Minta Anggaran Rp3,2 Triliun ke Pemerintah Pusat
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Jateng

Tangani Banjir Pantura, Pemprov Jateng Minta Anggaran Rp3,2 Triliun ke Pemerintah Pusat

By Lu'luil Maknun
Kamis, 22 Jan 2026
Share
3 Min Read
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen saat menerima kunjungan kerja Komisi VIII DPR RI di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (22/1/2026). (Foto: Lu'luil Maknun/Indoraya)
SHARE

INDORAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengajukan kebutuhan anggaran sebesar Rp3,2 triliun kepada pemerintah pusat untuk menangani banjir dan rob di wilayah Pantura.

Adapun rinciannya, Rp1,7 triliun untuk Kabupaten Demak dan sekitar Rp1,5 triliun untuk Kota Pekalongan dan sekitarnya.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen alias Gus Yasin, menyampaikan hal itu saat menerima kunjungan kerja Komisi VIII DPR RI di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (22/1/2026).

Pada kesempatan itu, Pemprov juga menerima bantuan sementara berupa Rp1,9 miliar dan satu unit mobil rescue untuk operasional kebencanaan.

“Dalam kunjungan DPR RI ini kami ucapkan terima kasih atas perhatiannya dan bantuannya kepada bencana. Ada bantuan Rp1,9 miliar, lalu ada mobil rescue yang diperbantukan untuk operasional kebencanaan di Jawa Tengah,” ujar Gus Yasin.

Gus Yasin menjelaskan, meski genangan banjir di sejumlah wilayah mulai berkurang, penanganan belum selesai. Di Kabupaten Pati misalnya, genangan air yang telah surut sudah 50 persen.

Selain itu, Pemprov Jateng masih melakukan pendataan dan pemetaan kebutuhan pascabencana, termasuk kerusakan infrastruktur dan jalur utama Pantura.

“Kita petakan mana yang menjadi kewenangan pemerintah pusat. Jalur utama Pantura mulai dari Kabupaten Rembang sampai Kota Semarang belum kita hitung lagi yang dari Kota Semarang ke barat,” ujar Gus Yasin.

Gus Yasin menegaskan, perbaikan tanggul Sungai Bremi yang jebol penyebab banjir di Pekalongan termasuk dalam usulan anggaran penanganan banjir ke depan.

“Termasuk nanti anggaran-anggaran yang kita ajukan. Bahkan ada yang kita ajukan juga tanggul-tanggul yang ditinggikan untuk penanganan banjir supaya tidak terjadi tahun depan,” katanya.

Ia memastikan, di Pati tidak ada tanggul yang jebol. Banjir terjadi karena limpasan debit air yang tinggi.

“Di kawasan Pati tidak ada yang jebol. Itu limpasan saja. Artinya debit airnya tinggi, maka perlu peninggian atau normalisasi,” jelasnya.

Penanganan rob juga membutuhkan tambahan infrastruktur, termasuk sistem buka-tutup air dan bendungan karet di wilayah sungai Kota Pekalongan.

“Karena ini musim rob, membuang airnya lebih sulit. Di Kota Pekalongan, di wilayah sungainya, kami butuh bendungan karet. Anggarannya tidak sedikit. Begitu juga di Kabupaten Pati,” ujar Gus Yasin.

Namun pemasangan infrastruktur harus dikomunikasikan dengan masyarakat, terutama nelayan.

“Di bawah sungai atau jembatan Juwana itu dibuat parkir nelayan. Kalau dipasang tanggul karet, kapal tidak bisa masuk. Ini harus kita diskusikan, tidak bisa langsung pasang,” tegasnya.

Guna meminimalisir dampak bencana, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) masih berjalan hingga 24 Januari 2026. Perpanjangan OMC akan menyesuaikan kondisi cuaca yang dipantau BMKG.

“Nanti kita lihat. Rencananya akan diperpanjang, tapi kita menunggu informasi cuaca dari BMKG,” pungkas Gus Yasin.

TAGGED:Banjir jatengBanjir Pantura JatengBerita Jateng TerbaruBerita Jateng TerkiniWakil Gubernur Jateng Taj Yasin
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Pemprov Jateng Dorong Mahasiswa Lahirkan Gagasan Atasi Persoalan Masyarakat Selasa, 10 Feb 2026
  • Pasar Imlek Semawis 2026 Kembali Hadir, Simbol Harmoni Budaya dan Toleransi Warga Semarang Selasa, 10 Feb 2026
  • Pemprov Jateng Bakal Bangun SMA Negeri di Tambakromo dan Jaken Pati Selasa, 10 Feb 2026
  • Hotman Paris Ungkap Fakta Sidang Sritex: Seluruh Kredit Lunas, Negara Tak Rugi Senin, 09 Feb 2026
  • Langgar Keselamatan, Pikap Angkut Penumpang Dihentikan PJR di Tol Pejagan–Pemalang Senin, 09 Feb 2026
  • Sambut Ramadan 2026, Nusatu by ARTOTEL Hadirkan Paket Buka Puasa 8 Bayar 7 Senin, 09 Feb 2026
  • Dokumen Ungkap Obsesi Jeffrey Epstein pada Rekayasa Genetika dan Ide “Manusia Unggul” Senin, 09 Feb 2026

Berita Lainnya

Jateng

Pemprov Jateng Dorong Mahasiswa Lahirkan Gagasan Atasi Persoalan Masyarakat

Selasa, 10 Feb 2026
Jateng

Pemprov Jateng Bakal Bangun SMA Negeri di Tambakromo dan Jaken Pati

Selasa, 10 Feb 2026
Jateng

Pemprov Jateng Bakal Revitalisasi Museum, dari Gudang Artefak Jadi Destinasi Wisata Unggulan

Senin, 09 Feb 2026
Jateng

Februari Puncak Musim Hujan, Warga Jateng Diminta Waspada Bencana Hidrometereologi

Senin, 09 Feb 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?