Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Tambang di Lereng Gunung Slamet Masuk Radar Pemerintah Pusat, KLH Siapkan Evaluasi Lingkungan Ketat
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Peristiwa

Tambang di Lereng Gunung Slamet Masuk Radar Pemerintah Pusat, KLH Siapkan Evaluasi Lingkungan Ketat

By Lu'luil Maknun
Selasa, 16 Des 2025
Share
3 Min Read
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq. (Foto: Lu'luil Maknun/INDORAYA)
SHARE

‎INDORAYA – Aktivitas pertambangan di lereng Gunung Slamet, Jawa Tengah, kini menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap daya dukung lingkungan kawasan tersebut.
‎
Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa negara tidak akan membiarkan aktivitas tambang berjalan apabila berpotensi memperparah kerusakan lingkungan dan memicu bencana alam.
‎
Hanif menyampaikan, evaluasi yang dilakukan pemerintah daerah saat ini sejalan dengan sikap kementerian. Ia menilai langkah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang tengah meninjau ulang izin pertambangan di kawasan rawan sudah berada di jalur yang tepat.
‎
“Kalau hasil kajian menunjukkan lingkungan tidak lagi mampu menanggung beban aktivitas tambang, maka persetujuan lingkungannya bisa dicabut. Ketika itu dicabut, izin usaha secara otomatis juga tidak bisa berjalan,” kata Hanif saat ditemui di Muladi Dome, Kota Semarang, Selasa (16/12/2025).
‎
Menurutnya, fokus utama pemerintah pusat berada pada aspek lingkungan hidup, khususnya terkait kesesuaian kegiatan tambang dengan kajian tata lingkungan dan daya dukung kawasan. Ia menegaskan, tambang yang terbukti melanggar atau berisiko tinggi tidak akan mendapatkan toleransi.
‎
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperketat pengawasan tambang di sejumlah wilayah rawan, tidak hanya di lereng Gunung Slamet, tetapi juga kawasan pegunungan lain seperti Muria.
‎
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyebut potensi bencana alam di wilayah lereng tidak bisa dilepaskan dari berkurangnya tutupan hutan akibat alih fungsi lahan.
‎
“Bencana itu berkaitan erat dengan kondisi hutan dan lingkungan hidup. Ketika hutan berkurang, risikonya meningkat, terutama di daerah lereng,” ujarnya.
‎
Gus Yasin menjelaskan, pengawasan dilakukan bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) dengan menelaah kembali kesesuaian aktivitas tambang terhadap rencana tata ruang dan dokumen kajian lingkungan.
‎
Ia mengungkapkan, sejumlah tambang saat ini telah diminta menghentikan sementara operasionalnya sambil menunggu hasil kajian lanjutan. Langkah tersebut diambil untuk mencegah risiko longsor dan kerusakan lingkungan, terutama menjelang musim hujan.
‎
“Beberapa sudah kita hentikan sementara. Kita kaji ulang apakah kegiatan tersebut membahayakan atau tidak,” tegasnya.
‎
Terkait kemungkinan penutupan permanen, Pemprov Jawa Tengah membuka opsi tersebut apabila hasil evaluasi menunjukkan aktivitas tambang tidak layak dilanjutkan.
‎
“Ada kemungkinan ditutup permanen. Semua tergantung hasil kajian lingkungan dan faktor keselamatan,” kata Gus Yasin.

Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • 14 Sekolah Rakyat Sudah Beroperasi di Jateng, Tampung 1.275 Siswa Miskin Selasa, 13 Jan 2026
  • Jembatan 45 Meter Bakal Dibangun, Jadi Akses Menuju Sentra Pengasapan Ikan Bandarharjo Semarang Selasa, 13 Jan 2026
  • Ambisi Jateng Jadi Lumbung Pangan Nasional Terganggu Masifnya Alih Fungsi Lahan Senin, 12 Jan 2026
  • DLHK Jateng Bakal Gandeng Pabrik Semen Olah Sampah Jadi Energi Terbarukan Senin, 12 Jan 2026
  • Cuaca Ekstrem Mengintai Pantura Timur Jateng, Waspada Bencana Hidrometeorologi Senin, 12 Jan 2026
  • Banjir dan Longsor Terjang Puluhan Desa di Kudus, Ribuan Rumah Warga Rusak Senin, 12 Jan 2026
  • Banjir dan Longsor Putus Akses Jalan Desa Tempur Jepara, 3.522 Warga Terisolasi Senin, 12 Jan 2026

Berita Lainnya

Peristiwa

Banjir dan Longsor Terjang Puluhan Desa di Kudus, Ribuan Rumah Warga Rusak

Senin, 12 Jan 2026
Peristiwa

Banjir dan Longsor Putus Akses Jalan Desa Tempur Jepara, 3.522 Warga Terisolasi

Senin, 12 Jan 2026
Peristiwa

Jatuh ke Sungai Saat Main Sepeda, Bocah 5 Tahun di Kudus Meninggal Dunia

Senin, 12 Jan 2026
Peristiwa

658 Orang Diduga Keracunan MBG di Grobogan, Puluhan Masih Dirawat

Minggu, 11 Jan 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?