INDORAYA – Musisi pendatang baru asal Banjarnegara, Jawa Tengah, Kholil Nurseto atau yang akrab disapa Kholil Gemka, resmi merilis single terbarunya berjudul “Rindu”. Lagu bergenre pop akustik ini lahir dari pengalaman personalnya saat kerap tampil dalam pertunjukan musik berskala kecil di rumah-rumah kos.
Pengalaman tersebut membentuk warna emosional dalam karya terbarunya. Menurut Kholil, suasana intim yang tercipta dalam pertunjukan sederhana justru menghadirkan kedekatan yang lebih kuat antara musisi dan penonton, sekaligus menjadi sumber cerita yang jujur untuk dituangkan ke dalam musik.
Selama menempuh pendidikan di bangku perkuliahan, Kholil dikenal aktif di dunia musik. Ia kerap mengisi musik latar pertunjukan teater di salah satu kampus swasta ternama di Semarang dan pernah mendampingi sejumlah musisi lokal sebagai pengiring.
Secara musikal, lagu “Rindu” dirancang dengan aransemen akustik minimalis yang dipadukan dengan sentuhan strings sebagai latar suara. Komposisi tersebut sengaja dipilih untuk membangun suasana intim yang merepresentasikan emosi rindu—sebuah perasaan universal yang dekat dengan pengalaman banyak orang.
“Waktu itu, secara tidak sengaja, saya sering diundang ke beberapa kota untuk menggelar ‘konser privat’ di rumah kos, seperti di Semarang, Yogyakarta, dan Purwokerto,” ujar Kholil kepada Indoraya.News, Minggu (11/1/2026).
Ia mengungkapkan, ajakan tersebut bermula dari inisiatif sekelompok orang yang ingin menghadirkan suasana hangat melalui pertunjukan musik sederhana di lingkungan tempat tinggal mereka.
“Ternyata merembet dari kos satu ke kos lainnya. Ada yang dari kalangan mahasiswa maupun pekerja. Mungkin mereka memang membutuhkan konser musik dengan konsep sederhana seperti itu,” katanya.
Dari pengalaman tersebut, Kholil kemudian dijuluki sebagai “musisi kos” oleh teman-temannya. Julukan itu tidak ia anggap sekadar label, melainkan identitas yang mencerminkan keyakinannya bahwa musik dapat hidup dan bermakna di ruang-ruang sederhana, tanpa harus bergantung pada panggung besar.
“Pertunjukan seperti ini menurut saya menarik dan menjadi tantangan baru. Selain itu, tercipta ruang komunikasi tanpa jarak antara musisi dan penonton, sehingga terasa lebih manusiawi,” terangnya.
Kholil menambahkan, lagu “Rindu” sengaja tidak dibatasi pada satu tafsir tertentu agar dapat dirasakan secara personal oleh setiap pendengar.
“Tafsirnya saya serahkan sepenuhnya kepada pendengar. Bisa tentang rindu kepada orang yang dicintai atau dihormati, mengenang masa lalu, bahkan kerinduan yang bersifat spiritual,” ujar musisi yang kini menetap di Yogyakarta itu.
Ia berharap lagu tersebut dapat menjadi teman bagi pendengar dalam aktivitas sehari-hari, terutama di ruang-ruang kecil yang akrab dengan rasa rindu akibat jarak, waktu, maupun keadaan.
Menurutnya, lagu ini berangkat dari pengalaman sederhana yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari, namun kerap melekat kuat dalam ingatan.
“Karena itu, saya ingin lagu ini terasa ringan, mudah diterima, dan mudah dirasakan oleh pendengar,” ujarnya.
Sebagai musisi independen, Kholil terlibat langsung dalam seluruh proses produksi karya-karyanya, mulai dari perekaman hingga tahap akhir.
“Saya mengerjakan sendiri proses recording, mixing, sampai mastering,” katanya.
Dalam berkarya, ia mengaku terinspirasi oleh musisi seperti Iksan Skuter, Iwan Fals, Eric Clapton, dan Elvis Presley. Melalui single “Rindu”, Kholil ingin membangun identitas sebagai musisi yang tumbuh dari ruang-ruang kecil, namun memiliki cita-cita besar.
“Saya berusaha berkarya secara jujur. Harapannya, musik yang saya buat bisa memberi makna bagi kehidupan banyak orang,” pungkasnya.
Single “Rindu” kini telah tersedia dan dapat dinikmati melalui berbagai platform musik digital seperti Spotify, Apple Music, YouTube Music, serta layanan streaming lainnya sejak 10 Januari 2026.


