Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Tahun Baru Tanpa Kembang Api, Warga Nilai Perayaan di Simpang Lima Kurang Semarak
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Peristiwa

Tahun Baru Tanpa Kembang Api, Warga Nilai Perayaan di Simpang Lima Kurang Semarak

By Lu'luil Maknun
Kamis, 01 Jan 2026
1 View
Share
3 Min Read
Langit diatas Lapangan Simpang Lima yang dimeriahkan kembang api dari para pengunjung. Kamis, (1/1/20256) dini hari. (Foto: Lu'lul Maknun)
SHARE

INDORAYA – Pergantian Tahun Baru 2026 di kawasan Simpang Lima Semarang tetap dipadati ribuan warga, meski tanpa pesta kembang api besar seperti tahun-tahun sebelumnya. Absennya atraksi khas malam tahun baru itu membuat sebagian masyarakat menilai suasana perayaan kali ini terasa kurang meriah.

Pantauan di lokasi, sejak Rabu malam (31/12/2025), Lapangan Simpang Lima dipenuhi keluarga, kelompok anak muda, hingga komunitas yang menggelar tikar untuk menikmati malam pergantian tahun. Letupan kembang api kecil dari pengunjung masih terdengar di sejumlah titik, namun tidak ada pertunjukan resmi berskala besar yang biasa menjadi daya tarik utama.

Mansyur, warga Kecamatan Genuk, mengaku rutin merayakan malam tahun baru bersama keluarga di Simpang Lima. Namun menurutnya, suasana tahun ini berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Setiap tahun ke Simpang Lima sama keluarga. Tapi tahun ini rasanya kurang meriah karena tidak ada kembang api besar. Biasanya hotel-hotel juga ikut menyalakan, sekarang enggak,” ujar Mansyur saat ditemui usai pergantian tahun.

Ia menilai Simpang Lima masih menjadi pusat hiburan masyarakat Kota Semarang saat malam tahun baru. Karena itu, ia berharap ke depan pertunjukan kembang api resmi bisa kembali digelar.

“Harapannya tahun depan ada lagi kembang api. Banyak yang datang ke sini memang pengin lihat itu. Kalau enggak ada, ya terasa kurang,” tambahnya.

Sementara itu, Rova, warga asal Wonosobo yang kini tinggal di Kecamatan Banyumanik, datang ke Simpang Lima bersama teman-temannya untuk menikmati konser musik yang digelar di kawasan tersebut. Ia mengaku tertarik datang setelah mengetahui penampilan Niken Salindri dari media sosial.

“Ke sini karena pengin nonton konser, ngefans sama Niken Salindri. Kalau soal kembang api, enggak terlalu masalah buat saya,” kata Rova.

Rova menyebut ini merupakan pengalaman pertamanya merayakan tahun baru di Kota Semarang. Ia berangkat dari Banyumanik sejak pukul 19.00 WIB dan mengaku akses menuju Simpang Lima relatif lancar.

“Seru juga nonton konser outdoor. Mudah-mudahan tahun depan acaranya bisa ditambah lagi,” ujarnya.

Diketahui, tidak adanya pesta kembang api resmi pada malam pergantian tahun ini merupakan kebijakan Pemerintah Kota Semarang. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyampaikan keputusan tersebut diambil sebagai bentuk empati dan solidaritas kemanusiaan terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam.

Sebagai gantinya, Pemkot Semarang mengarahkan perayaan akhir tahun dengan doa lintas agama serta penggalangan donasi bagi korban bencana banjir di wilayah Aceh dan Sumatra.

“Untuk kembang api dari pemerintah kota, saya kira tidak. Biasanya memang ada di Simpang Lima, tetapi saya menyarankan kepada panitia agar tidak perlu kembang api,” ujar Agustina.

TAGGED:perayaan tahun baru 2026 semarangPergantian Tahun Baru 2026Simpang Lima SemarangTahun Baru Semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Ramadan 2026, Hotel Ciputra Semarang Tawarkan Buka Puasa All You Can Eat Rp199 Ribu Rabu, 11 Feb 2026
  • Tren Kantor Fleksibel Meningkat, Awannwork Tawarkan Ruang Premium hingga Rp436 Ribu per Meter Rabu, 11 Feb 2026
  • Dana TKD Dipangkas, Anggota DPD RI Ungkap Pengangkatan PPPK Bebani Pemerintah Daerah Rabu, 11 Feb 2026
  • Stok Bahan Pokok di Jateng Aman Jelang Labaran, Harga Tetap Stabil Rabu, 11 Feb 2026
  • Prihatin Nasib Guru Honorer, PGRI Jateng Kritik Pengangkatan 32 Ribu Pegawai SPPG Jadi PPPK Rabu, 11 Feb 2026
  • Hampir 1 Bulan Hilang, Pendaki Bukit Mongkrang Gunung Lawu Ditemukan Meninggal Dunia Rabu, 11 Feb 2026
  • Hanyut di Sungai Sambong Batang, Nelayan Ditemukan Tewas Terapung di Tengah Laut Rabu, 11 Feb 2026

Berita Lainnya

Peristiwa

Hampir 1 Bulan Hilang, Pendaki Bukit Mongkrang Gunung Lawu Ditemukan Meninggal Dunia

Rabu, 11 Feb 2026
Peristiwa

Hanyut di Sungai Sambong Batang, Nelayan Ditemukan Tewas Terapung di Tengah Laut

Rabu, 11 Feb 2026
Peristiwa

Nekat Kendarai Motor Saat Hujan Deras, Perempuan di Semarang Hanyut dan Hilang di Sungai

Rabu, 11 Feb 2026
Peristiwa

Mendagri Soal Pemulihan Bencana Sumatera: 46 Daerah Terdampak, Enam Wilayah Tak Ajukan Bantuan

Rabu, 11 Feb 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?