Ad imageAd image

Sungai Meluap Usai Hujan Deras, Dua Kecamatan di Kendal Terendam Air

Dickri Tifani
By Dickri Tifani 764 Views
2 Min Read
Kondisi banjir pasca hujan deras melanda di sejumlah wilayah Kabupaten Kendal, Jateng, Rabu (17/1/2024). (Foto: Istimewa)

INDORAYA – Meluapnya air sungai di dua kecamatan di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah (Jateng) setelah hujan deras melanda sejak pukul 14.10 WIB hingga 16.20 WIB, membuat sejumlah wilayah terendam banjir, Rabu (17/1/2024).

Dua sungai tersebut yaitu adalah Sungai Waridin dan Sungai Aji. Dimana, pasca hujan lebat terjadi yakni debit air di dua sungai itu tinggi. Sehingga air dari sungai tersebut meluber ke sejumlah permukiman warga.

Pasalnya, limpasan Sungai Waridin mengalir ke pemukiman warga Desa Kebonadem Brangsong. Sementara Sungai Aji di Kaliwungu mengakibatkan genangan di Dusun Gadukan Kutoharjo dan Protowetan Desa Protomulyo Kaliwungu.

BACA JUGA:   Polresta Banyumas Tindak Lanjuti Kericuhan Konser Sahabat Ganjar

Derasnya hujan, diikuti dengan limpahan air yang cukup deras dari Sungai Waridin mengejutkan warga, yang berusaha menanggulangi dengan karung berisi pasir.

Sedangkan permukiman warga yang terdampak limpasan air, misalnya di Desa Kebondalem Brangsong tergenang air dengan ketinggian berkisar antara 10 sampai dengan 30 sentimeter. Meski demikian, petugas BPDB Kendal memastikan tidak ada tanggul yang jebol.

“Ada satu titik limpahan air di Sungai Waridin dan air masuk ke pemukiman. Sementara warga berupaya menanggulangi dengan karung berisi pasir agar situasi tidak semakin parah,” ujar salah seorang petugas BPBD Kendal, Khaerul Huda saat di lokasi banjir.

BACA JUGA:   Balai Bahasa Jateng Pertahankan Eksistensi Bahasa Jawa Lewat Program Revitalisasi

Genangan air juga terjadi di wilayah Kaliwungu. Sungai Aji meluber di dusun Protowetan Desa Protomulyo kecamatan Kaliwungu Selatan dan Dusun Gadukan Desa Kutoharjo Kaliwungu.

Sementara itu, warga Gadukan bernama Lukman menyampaikan bahwa genangan air sepanjang Sungai Aji sering terjadi saat hujan lebat.

Dia menjelaskan, air mulai masuk ke pemukiman saat hujan deras dan sungai meluber

Bahkan, lanjutnya debit air yang melimpah membuat air meluap, menggenangi rumah warga dengan campuran lumpur.

“Walaupun air mulai surut seiring berkurangnya debit sungai, warga tetap waspada dan khawatir karena hujan masih mengguyur, meninggalkan ketidakpastian atas kondisi cuaca mendatang.” ungkap Lukman.

BACA JUGA:   15 Jemaah Haji Jateng dan Yogyakarta Meninggal Dunia, Didominasi Lansia
Share this Article
Leave a comment