Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Sumanto: Jateng Punya Potensi Besar Pengembangan Produk Holtikultura Organik
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Berita

Sumanto: Jateng Punya Potensi Besar Pengembangan Produk Holtikultura Organik

By Oiko Persona
Senin, 24 Nov 2025
Share
3 Min Read
Sumanto, Ketua DPRD Jawa Tengah
SHARE
SEMARANG – Provinsi Jawa Tengah memiliki potensi besar dalam mengembangkan produk hortikultura organik. Sejumlah dataran tinggi di Jawa Tengah dengan hawa sejuk mendukung potensi tersebut. Selain itu, tingginya permintaan pasar lokal dan ekspor yang terus meningkat, membuat peluang untuk memperkuat sektor ini semakin terbuka.
Ketua DPRD Jateng Sumanto mencontohkan wilayah Tawangmangu di Kabupaten Karanganyar kaya akan potensi holtikultura seperti aneka sayur dan alpukat. Potensi yang sama juga ada di wilayah Ngargoyoso, dan Gondosuli. Selain itu, wilayah Kabupaten Boyolali, tepatnya di kaki Gunung Merapi dan Merbabu banyak dimanfaatkan untuk menanam sayuran seperti kubis, sawi, dan tomat.
“Jateng ini sudah punya modal alam, dan iklim. Tinggal pemerintah daerah mendorong melalui dukungan kebijakan yang kuat untuk menjadikan hortikultura organik sebagai salah satu sektor unggulan,” katanya, belum lama ini.
Ia menambahkan, sejumlah kelompok tani organik di Jateng juga mulai membidik segmen pasar premium. Selain berorientasi ekspor, mereka memasarkan produk-produknya ke supermarket dan pasar modern. Sayuran yang mereka produksi dijual dengan harga lebih tinggi karena standar kualitas yang ketat. Petani juga menerapkan sistem tanam plasma agar panen bisa bergiliran dan kontinyu.
Menurut Sumanto, konsumen produk hortikultura saat ini semakin jeli dalam memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi, energi, maupun prestige. Tren saat ini, konsumen lebih menyukai produk hortikultura yang masih fresh atau segar. Sebab pada kondisi tersebut kandungan nutrisi produk masih tinggi dan sedikit terjadi penurunan gizinya.
“Tuntutan konsumen tersebut membuka peluang dalam penyediaan produk yang selalu fresh dan mempunyai penampilan yang menarik,” imbuhnya.
Dengan adanya potensi yang besar tersebut, ia meminta Pemprov Jateng memberikan dukungan. Salah satunya dengan memperluas pelatihan pembuatan pupuk organik bagi para petani. Selain itu, perlu mekanisme yang lebih baik agar petani bisa menjual produknya langsung ke pasar modern atau ekspor. Hal ini untuk meminimalisir ulah tengkulak yang merugikan petani.
Guna memaksimalkan keuntungan, petani juga perlu diajari teknologi pengemasan buah dan sayur agar produknya tetap segar dan bertahan lama. Dengan masa simpan yang panjang, pedagang buah dan sayur dapat memperluas pasar penjualnya.
Menurut Sumanto, jika pengelolaannya baik, hortikultura organik bisa menjadi sumber pendapatan signifikan bagi petani lokal. Selain itu, dengan semakin meningkatnya kesadaran konsumen akan kesehatan dan kualitas produk, potensi pasar holtikultura organik akan terus tumbuh.
“Dengan sinergi antara petani, pemerintah, dan pasar, pengembangan hortikultura organik di Jateng bisa terus berkembang dan memberikan keuntungan ekonomi,” paparnya.
TAGGED:Ketua DPRD JatengSumanto
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
ByOiko Persona
Waketum DPP KNPI & Pegiat Lampu Merah Salemba Raya

Terbaru

  • Pemprov Jateng Dorong Mahasiswa Lahirkan Gagasan Atasi Persoalan Masyarakat Selasa, 10 Feb 2026
  • Pasar Imlek Semawis 2026 Kembali Hadir, Simbol Harmoni Budaya dan Toleransi Warga Semarang Selasa, 10 Feb 2026
  • Pemprov Jateng Bakal Bangun SMA Negeri di Tambakromo dan Jaken Pati Selasa, 10 Feb 2026
  • Hotman Paris Ungkap Fakta Sidang Sritex: Seluruh Kredit Lunas, Negara Tak Rugi Senin, 09 Feb 2026
  • Langgar Keselamatan, Pikap Angkut Penumpang Dihentikan PJR di Tol Pejagan–Pemalang Senin, 09 Feb 2026
  • Sambut Ramadan 2026, Nusatu by ARTOTEL Hadirkan Paket Buka Puasa 8 Bayar 7 Senin, 09 Feb 2026
  • Dokumen Ungkap Obsesi Jeffrey Epstein pada Rekayasa Genetika dan Ide “Manusia Unggul” Senin, 09 Feb 2026

Berita Lainnya

Berita

Hotman Paris Ungkap Fakta Sidang Sritex: Seluruh Kredit Lunas, Negara Tak Rugi

Senin, 09 Feb 2026
Berita

Langgar Keselamatan, Pikap Angkut Penumpang Dihentikan PJR di Tol Pejagan–Pemalang

Senin, 09 Feb 2026
Berita

Tabrak Pagar Sekolah dan Mengamuk, Insiden Sopir MBG di Kebumen Berakhir Damai

Senin, 09 Feb 2026
Hukum Kriminal

BPOM Panggil Produsen Kopi Lokal Terkait Dugaan Risiko Gagal Ginjal, Diduga Mengandung Zat Berbahaya

Senin, 09 Feb 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?