Ad imageAd image

Suka Makan Steak, Tukang Kayu di Semarang Ini Buka Restoran

Dickri Tifani
By Dickri Tifani 618 Views
3 Min Read
Salah satu penikmat steak bernama Yopi sedang merasakan kenikmatan makan steak di The Carpenters Steak and Pepper Rice, Minggu (27/8/2023). (Foto: Dickri Tifani Badi/Indoraya)

INDORAYA – Yogi Susanto, warga Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng) mulai beralih profesi. Dahulunya, ia menggeluti bisnis perkayuan yang kini beralih di bisnis kuliner.

Yogi mengaku dirinya sempat menggeluti dunia perkayuan berawal dari kakaknya yang terlebih dahulu mempelajari hal tersebut.

Dia mengatakan, pada akhir 2022 bisnis perkayuan, furniture mulai menurun imbas ekonomi global yang sedang lesu.

Ia tak menyia-nyiakan kesempatan yang ada, Yogi berpikir keras memutar otak mencari ide baru untuk memulai usaha lain untuk menyambung hidup.

Akhirnya, Yogi membuka usaha kuliner Steak yang diberi nama The Carpenters Steak and Pepper Rice. Nama tersebut tentunya tak lepas dari bisnis perkayuan yang dahulu.

BACA JUGA:   Hadiri Pelantikan Pengurus Yayasan Jaga Bumi Aswaja, Wali Kota Semarang Ajak Umat Islam Bersikap Moderat

“Kebetulan kami suka makan steak. Kami belajar membuat steak yang enak, akhirnya pada Maret 2023 kami memberanikan diri membuka usaha ini,” ujar Yogi, Minggu (27/8/2023).

Yogi dalam menggeluti bisnis kuliner Steaknya tersebut tidak sendirian, melainkan bersama kakaknya.

Usaha yang digeluti oleh mereka berlokasi di Jalan Pringgading No 63, Jagalan, Semarang.

Yogi bersama kakaknya mengoptimalkan tempat bengkel ganti oli mobil untuk The Carpenters secara bergantian.

Di waktu pagi sampai sore lokasi tersebut dibuat untuk usaha ganti oli mobil dan servis ringan.

BACA JUGA:   Balas Dendam, LC di Semarang Nekat Tusuk Rekan Sesama Profesi

Manfaatkan Lahan Bengkel

Begitu waktu sore tiba, bengkel tersebut berubah menjadi rumah makan layaknya restoran yang buka sampai malam.

“Kami buka setiap hari Senin-Sabtu mulai pukul 17.00 sampai pukul 22.00. Khusus hari Minggu kami buka mulai pukul 12.00 sampai 22.00,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu penikmat steak, Yopi Susanto menceritakan banyak penikmat steak merasa kurang kalau hanya berukuran 200 gram.

Yopi sendiri mengaku sering nambah yang dari situ ia berpikir bagaimana kalau satu porsi steak terdiri tumpukan dua, tiga sampai lima potongan steak.

BACA JUGA:   Tiket Tribun Timur PSIS Vs Persebaya Sudah Bisa Dibeli Hari Ini, Simak Harganya

“Kadang-kadang kalau hanya pesan satu porsi kurang kenyang. Jadi dengan inovasi ini dapat pesan lebih banyak,” katanya.

Dari situ ia berpikir akan menjadi lebih menarik kalau sekalian pesan lima tumpuk porsi yang setara dengan satu kilo gram.

Ia melihat penyajian steak lima porsi sekaligus merupakan sesuatu unik dan jarang ada yang dinikmati bersama keluarga.

“Selain itu dari segi harga lebih ekonomis, dagingnya juga dijamin halal dan higenis,” imbuhnya.

Share this Article
Leave a comment