Ad imageAd image

Subsidi Motor Listrik Disebut Sepi Peminat

Redaksi Indoraya
By Redaksi Indoraya 869 Views
2 Min Read
Ilustrasi motor listrik. (Foto: Istimewa)

INDORAYA – Berdasarkan data termutakhir dari Surveyor Indonesia baru ada 114 konsumen yang belanja motor listrik subsidi, dua diantaranya berhasil diproses hingga memperoleh STNK.

“Sampai hari ini 112 motor yang konsumennya kami verifikasi dan sesuai kriteria, tinggal menunggu proses STNK. Ada 2 sudah terbit STNK, tapi prinsipnya 114 (pembeli) sudah disetujui ikut program bantuan,” kata Direktur Komersial Surveyor Indonesia Saifuddin Wijaya, Rabu (17/5/2023).

Saifudin mengatakan, angka realisasi program masih sangat jauh jika dibanding kuota subsidi yang ditetapkan pemerintah sebesar 200 unit hingga 31 Desember 2023.

Ia beralasan kondisi tersebut terjadi karena program itu baru efektif 10 Mei meski diberlakukan sejak 20 Maret 2020.

Saifuddin menambahkan pihaknya juga perlu menyaring pembeli agar subsidi dari pemerintah tepat sasaran. Bantuan pembelian motor listrik ini sifatnya terbatas dan hanya bisa dimanfaatkan kalangan tertentu.

Pemerintah menetapkan kriteria pembeli motor listrik diutamakan kepada masyarakat berbasis UMKM, khususnya penerima KUR dan penerima BPUM (Banpres Produktif Usaha Mikro), serta pelanggan listrik 450-900 VA.

“Karena menyesuaikan juga kriteria penerima subsidi,” kata Saifuddin.

Untuk motor listrik, pemerintah menetapkan subsidi Rp7 juta per unit bagi motor listrik buatan Indonesia dengan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) minimal 40 persen.

Sejauh ini sudah ada 18 model motor yang bisa dibeli dalam program subsidi. Lalu jumlah dealer yang terlibat pada program ini ada 226 outlet dan masih ada 111 outlet yang belum melakukan registrasi karena terkendala informasi program dari APM ke dealer.

Share this Article
Leave a comment