Ad imageAd image

Status Gunung Dieng Kembali Normal

Redaksi Indoraya
By Redaksi Indoraya 951 Views
2 Min Read
Gunung Dieng (Foto: Istimewa)

INDORAYA – Tingkat aktivitas Gunung Dieng di perbatasan wilayah Kabupaten Banjarnegara dengan Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, hari ini dinyatakan turun dari level II (waspada) menjadi level I (normal).

“Penurunan tingkat aktivitas Gunung Dieng ini berdasarkan surat Badan Geologi Nomor Lap/GL.05/BGL/2023,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Wonosobo Bambang Triyono, Senin (06/03/2023).

Seperti diketahui aktivitas Gunung Dieng mulai Jumat (13/01/2023) pukul 23.00 WIB statusnya naik dari level I naik menjadi level II.

Kawasan Dataran Tinggi Dieng merupakan suatu kompleks gunung api aktif tipe A dan secara administratif masuk ke dalam wilayah Kabupaten Banjarnegra, Wonosobo, dan Kabupaten Batang Provinsi Jawa Tengah.

BACA JUGA:   Status Gunung Dieng Aktif, Wisatawan Diminta Waspada Gas Beracun

Dari hasil evaluasi menyeluruh dan potensi bahaya dari Badan Geologi, Bambang menyampaikan tingkat aktivitas Gunung Dieng diturunkan dari level II menjadi level I terhitung sejak 6 Maret 2023 pukul 16.00 WIB dengan rekomendasi yang disesuaikan dengan potensi ancaman bahaya terkini.

Tingkat aktivitas Gunung Dieng dapat dievaluasi kembali jika terdapat aktivitas level I.

Dengan penurunan tingkat aktivitas tersebut Badan Geologi tetap merekomendasikan agar masyarakat dan wisatawan tidak mendekati Kawah Sileri pada jarak 500 meter dari bibir kawah.

Kemudian masyarakat tidak melakukan aktivitas di Kawah Timbang dan agar waspada jika melakukan penggalian tanah di sekitar Kawah Timbang karena dapat berpotensi terpapar gas CO2 yang berbahaya bagi kehidupan.

BACA JUGA:   Status Gunung Dieng Naik Jadi Waspada, Masyarakat Diminta Tidak Beraktivitas di Kawah Timbang

Masyarakat dan wisatawan diminta tidak memasuki kawah-kawah di kompleks Dieng yang dapat berpotensi terjadi erupsi freatik berupa semburan lumpur atau lontaran material dan di kawah-kawah dengan konsentrasi gas vulkanik yang tinggi dan berbahaya bagi kehidupan.

Share this Article
Leave a comment