INDORAYA – Langkah konkret percepatan penanganan stunting di di Kecamatan Kretek, Kabupaten Wonosobo, kembali diperkuat dengan diluncurkannya SPPG Reco. Melalui Yayasan Rahayu Pelita Jaya, dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut resmi mulai beroperasi pada Senin (26/1/2026).
Peluncuran SPPG Reco menjadi bagian dari upaya kolaboratif lintas pihak dalam memastikan pemenuhan gizi masyarakat secara berkelanjutan, terutama bagi kelompok yang rentan terdampak stunting.
Dapur SPPG Reco di Kretek tercatat sebagai unit ke-14 yang aktif beroperasi di wilayah tersebut. Sejak hari pertama, pengelola langsung mengeksekusi proses produksi hingga distribusi makanan dengan memperhatikan ketepatan waktu dan alur kerja yang telah ditetapkan.
Perwakilan Yayasan Rahayu Pelita Jaya, Alamanda Paksiyana Pudyawati, menyampaikan bahwa penyaluran perdana berjalan tanpa kendala. Sebanyak 1.500 paket MBG berhasil didistribusikan kepada masyarakat penerima manfaat.
“Distribusi dimulai sejak pagi dan selesai sekitar pukul 10.00 WIB. Untuk tahap awal, sasaran distribusi mencakup wilayah Mboto, Kalijajar, dan Kebontalo,” ungkapnya.
Terkait isu standar dapur umum yang sempat beredar di media sosial, Alamanda menegaskan bahwa SPPG Reco menerapkan SOP ketat, khususnya dalam menjaga kebersihan dan higienitas selama proses pengolahan makanan.
“Kami sangat disiplin menjalankan SOP, terutama soal kebersihan. Hal ini menjadi perhatian utama agar pelayanan MBG benar-benar aman dan berkualitas,” tegasnya.
Tak hanya itu, seleksi bahan baku juga dilakukan secara serius. Selama sebulan terakhir, yayasan melakukan kurasi terhadap sejumlah pemasok. Bahkan, enam supplier beras diseleksi untuk memastikan bahan pangan yang digunakan memenuhi standar mutu terbaik.
Operasional dapur SPPG Reco mendapat respons positif dari Camat Kretek, Ardian Indra Saputra. Ia menilai kesiapan sarana, sistem kerja, hingga distribusi pada hari pertama sudah berjalan optimal.
“Secara umum dapurnya sudah siap. Meski ini hari pertama dan petugas masih beradaptasi, namun simulasi sampai distribusi perdana hari ini berjalan cepat dan aman,” ujarnya.
Ardian menambahkan, saat ini terdapat sekitar 14 dapur SPPG yang telah mengantongi izin dan beroperasi di Kecamatan Kretek, sementara beberapa lainnya masih dalam proses perizinan.
Ia menegaskan bahwa program MBG merupakan strategi penting pemerintah dalam menekan angka stunting di Kretek yang saat ini masih berada di kisaran 1.500 kasus.
“Program ini diberikan setiap hari. Secara teori, intervensi gizi harian jauh lebih efektif dibandingkan program bulanan. Harapannya, angka stunting di Kecamatan Kretek bisa benar-benar ditekan hingga tuntas,” pungkasnya.
Dengan pengawasan bersama antara pemerintah, pengelola dapur, dan masyarakat, SPPG Reco diharapkan dapat berjalan konsisten serta memberikan dampak jangka panjang dalam mewujudkan generasi Wonosobo yang lebih sehat dan berkualitas.


