INDORAYA – Pihak kepolisian melakukan pengecekan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Banyumanik Pudak Payung IV menyusul dugaan keracunan yang dialami puluhan siswa SMK Negeri 11 Semarang usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG).
Informasi tersebut dikonfirmasi oleh Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto. Ia menegaskan bahwa SPPG yang menyalurkan MBG ke SMK Negeri 11 Semarang bukan SPPG Gedawang, melainkan SPPG Banyumanik Pudak Payung IV.
“Nama SPPG-nya Banyumanik Pudakpayung IV, bukan Gedawang. Sekarang sedag di cek oleh pihak Polrestabes Semarang dulu,” jelas Kombes Pol Artanto saat dikonfirmasi wartawan, termasuk Indoraya.News, Sabtu (10/1/2026).
Terkait penanganan lebih lanjut kasus dugaan keracunan tersebut, Artanto meminta awak media untuk melakukan konfirmasi langsung kepada Badan Gizi Nasional (BGN) selaku pihak yang berwenang.
“Silahkan konfirmasi ke BGN-nya, karena mereka yang punya wewenang untuk statemennya,” ucapnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, lokasi SPPG Banyumanik Pudak Payung IV berada di kawasan Kodam IV/Diponegoro. Menanggapi hal tersebut, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IV/Diponegoro, Letkol Inf Andy Soelistyo, memberikan klarifikasi.
Ia menegaskan bahwa Kodam IV/Diponegoro tidak memiliki maupun mengelola SPPG, karena seluruh proses operasional SPPG berada di bawah kewenangan Badan Gizi Nasional.
“Sebagai Klarifikasi, terkait dengan hal tersebut kami menyampaikan ulang bahwasanya untuk seluruh proses terkait SPPG dijalankan secara langsung dari personel yang telah ditunjuk oleh BGN,” katanya dalam keterangan tertulis kepada awak media.
“Jadi kami TNI, tugasnya hanya melaksanakan pendampingan terbatas,” sambungnya.
Lebih lanjut, Andy mempersilakan awak media untuk mengonfirmasi langsung kepada BGN maupun pihak pengelola SPPG terkait aspek teknis operasional.
“Kami sifatnya hanya menyiapkan tempat untuk Dapur SPPG, dan kami tidak memiliki kewenangan secara mendalam terkait dengan segala hal yang berkaitan dengan proses yang dilaksanakan oleh SPPG,” jelasnya.
Meski demikian, ia membenarkan bahwa dapur MBG tersebut berdiri di atas lahan milik TNI. Adapun dapur yang dimaksud bernama SPPG Banyumanik Pudak Payung IV.


