Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Soroti Kelayakan Armada, Wali Kota Semarang Desak Audit Total BRT
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Semarang

Soroti Kelayakan Armada, Wali Kota Semarang Desak Audit Total BRT

By Dickri Tifani
Senin, 01 Des 2025
Share
3 Min Read
BRT Trans Semarang. (Dok. Instagram @transsemarang)
SHARE

INDORAYA – Rangkaian insiden yang menimpa Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang, mulai dari kebakaran hingga kecelakaan, membuat perhatian publik tertuju pada kelayakan armada. Dugaan bahwa uji KIR tahun lalu tidak dilakukan dengan benar semakin memperkuat kekhawatiran tersebut.

Situasi ini membuat Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti kecewa terhadap Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang maupun pihak ketiga pengelola BRT Trans Semarang.

Agustina menegaskan bahwa setiap bus yang akan dikontrak Pemkot Semarang wajib menjalani uji petik. Ia telah menginstruksikan Dishub untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh sebelum kontrak baru diberlakukan.

“Yang tahun lalu tidak dilakukan itu (pemeriksaan). Saya kemarin panggil Pak Plt Kepala Dinas. Saya enggak mau tahu. Karena ini sudah berkali-kali seperti itu dan itu membahayakan,” ungkap Agustina saat ditemui Indoraya.News di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Senin (1/12/2025).

Menjelang masa kontrak Januari, Agustina menyebut Dishub masih memiliki waktu untuk memastikan seluruh armada benar-benar layak jalan. Ia pun meminta laporan lengkap terkait kondisi bus dan hasil uji KIR, karena ingin melihat langsung kesiapan setiap unit.

“Saya minta kondisi bus dan uji KIR benar-benar dilaporkan kepada saya. Saya mau melihat sendiri. Bukan berarti saya suudzon, seolah-olah uji KIR dilakukan tanpa bus datang. Tetapi saya ingin memastikan bahwa proses uji itu dilakukan dengan benar, karena ini menyangkut keselamatan penumpang,” tegasnya.

Lebih lanjut, Agustina mengatakan Dishub telah diminta mempercepat proses uji petik agar selesai sebelum 1 Januari.

“Kemarin sudah diupayakan supaya uji petiknya bisa rampung jauh sebelum tanggal 1 Januari. Kalau ada apa-apa, misalnya tidak lolos, silakan diperbaiki. Kalau dua kali tidak lolos, perbaiki lagi. Kalau tetap tidak lolos, ya sudah, bus itu harus diganti. Bus yang tidak layak tidak boleh jalan, yang layak silakan beroperasi. Kira-kira seperti itu,” ujarnya.

Sebelumnya, Agustina juga menyampaikan kekesalannya terhadap pihak ketiga pengelola BRT yang dinilai gagal menjaga keamanan armada.

Belum lama ini, sebuah BRT terlibat kecelakaan di Jalan Abdurrahman Saleh, Kecamatan Semarang Barat, setelah diduga tidak kuat menanjak.

Insiden yang terjadi pada Rabu (26/11/2025) sekitar pukul 16.42 WIB itu menyebabkan tiga orang luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Di awal bulan yang sama, satu unit BRT juga mengalami kebakaran pada Minggu (2/11/2025). Beruntung, kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

Melihat rentetan kejadian tersebut, Agustina mengaku telah memberikan teguran keras kepada pihak pengelola.

“Kita sudah tegur pihak ketiganya supaya kembali melakukan proses pemeriksaan. Ada beberapa hal yang menjadi indikasi, nomor satu sepertinya karena keberatan muatan, nomor dua mesinnya memang sudah tidak seperti baru, dan nomor tiga terkait sumber daya manusianya. Tiga hal ini kita evaluasi,” paparnya.

TAGGED:Audit Total BRTInsiden Bus Trans Semarangwalikota semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Desa Tempur Jepara Tak Lagi Terisolasi, Penanganan Banjir Terus Berlanjut Selasa, 13 Jan 2026
  • Apple Gandeng Google, Gemini Disiapkan Jadi Fondasi AI di iPhone dan Siri Selasa, 13 Jan 2026
  • Program Demak Cerdas Perluas Akses Internet SMP Negeri, Perpustakaan Digital Jadi Fokus Selasa, 13 Jan 2026
  • Belum Naik, Harga Daging Sapi di Batang Masih Stabil Awal Januari Selasa, 13 Jan 2026
  • Dilanda Cuaca Ekstrem dan Banjir, Kudus Siaga Bencana Hingga 19 Januari Selasa, 13 Jan 2026
  • 530 Hektare Lahan di Batang Bakal Ditanami Padi Biosalin Tahun Ini Selasa, 13 Jan 2026
  • Pemerintah Siap Ekspor Beras Awal 2026, Bulog Disiapkan Serap Panen Raya Selasa, 13 Jan 2026

Berita Lainnya

Semarang

Jembatan 45 Meter Bakal Dibangun, Jadi Akses Menuju Sentra Pengasapan Ikan Bandarharjo Semarang

Selasa, 13 Jan 2026
Semarang

Puluhan Anak Lintas Agama di Semarang Belajar Nilai Keberagaman Lewat Sapta Darma

Minggu, 11 Jan 2026
Semarang

1.013 RTLH di Semarang Direnovasi pada 2025, Alokasi Tahun Ini Berkurang

Minggu, 11 Jan 2026
Semarang

Nelayan Semarang Tak Bisa Melaut Gegara Cuaca Ekstrem, Pemkot Beri Bantuan

Minggu, 11 Jan 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?