Ad imageAd image

Soal Sikap Dukungan Pilpres 2024, DPW PSI Jateng Ikuti Arahan Dewan Pembina

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 2 Views
3 Min Read
Ketua DPW PSI Jateng Yuli Zuardi Rais. (Foto: Dok. Athok Mahfud/Indoraya)

INDORAYA – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Jawa Tengah (Jateng) masih mengikuti arahan dari Dewan Pembina PSI soal sikap politik dan arah dukungan partainya untuk kontestasi Pilpres 2024 mendatang.

Termasuk keputusan menarik dukungan untuk Gubernur Jateng sekaligus bakal calon presiden dari PDI Perjuangan Ganjar Pranowo. Keputusan ini diambil pasca Kopi Darat Nasional (Kopdarnas) yang digelar di Jakarta, Selasa (22/8/2023).

Menurut Ketua DPW PSI Jateng Yuli Zuardi Rais, dalam Kopdarnas yang dihadiri oleh 38 pengurus DPW dari seluruh Indonesia, PSI sepakat mencabut dukungan untuk Ganjar yang sebelumnya pada 2022 lalu telah diusung berdasarkan Rembuk Rakyat.

“Dari hasil rekomendasi rapat khusus tadi yang melibatkan semua DPW, pandangan DPW ada berbagai macam yang pada intinya adalah (sikap politik) kembali ke dewan pembina,” ujarnya saat dihubungi Indoraya.news, Kamis (24/8/2023).

Ia mengatakan, dengan melihat dinamika dan situasi politik yang berkembang saat ini, keputusan Rembuk Rakyat pada 2022 lalu yang hasilnya mengusung Ganjar sebagai capres, saat ini tidak dijadikan satu-satunya opsi.

“Intinya pencabutan ini bukan berarti tidak mengusung kembali. Tapi dengan demikian rembuk rakyat tidak lagi diambil dulu, keputusan itu diserahkan kepada dewan pembina mengingat situasi perkembangan politik terbaru dan juga perkembangan dinamika politik antar parpol,” ungkap Yuli.

Menurutnya, situasi politik mendekati Pilpres 2024 sangatlah dinamis. Berbagai kemungkinan dapat terjadi. Oleh karena itu, partai yang menyebut dirinya sebagai partainya anak muda itu butuh komunikasi yang intens dengan sejumlah partai lain.

Dikatakannya, PSI juga tengah menjajaki komunikasi politik dengan Ketua Umum sekaligus capres dari Partai Gerindra Prabowo Subinato. Namun Yuli menyebut, ini belum menjadi keputusan final yang mengarah kepada dukungan untuk Pilpres mendatang.

“Kita lihat sendiri dengan Pak Prabowo sendiri kita punya modal komunikasi yang berjalan tapi juga belum final itu semua diserahkan kepada dewan pembina untuk memutuskan dukungan PSI nanti,” ujarnya.

Tidak hanya dengan Gerindra, PSI juga tengah menjalin komunikasi dengan PDIP. Menurut Yuli, komunikasi politik menjadi hal penting yang harus dilakukan ke semua partai. Untuk berlanjut ke arah dukungan, hal itu akan menjadi keputusan dari Dewan Pembina PSI.

“Kalau keputusan dukungan kan belum, hari ini berjalan komunikasi politik, kami melihat atau membaca berita bahwa PDIP kan mulai membuka diri. Komunikasi politik itu hal positif soal nanti bermuara ke dukungan nanti keputusannya kan akan dipertimbangkan dewan Pembina,” pungkas Yuli.

Share this Article