Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: SMA Kebon Dalem Semarang Terapkan Konsep Sekolah Alam Lewat Rumah Honai
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Pendidikan

SMA Kebon Dalem Semarang Terapkan Konsep Sekolah Alam Lewat Rumah Honai

By Redaksi Indoraya
Rabu, 17 Des 2025
Share
4 Min Read
Suasana SMA Kebon Dalem Semarang menghadirkan konsep pembelajaran tak biasa dengan memanfaatkan Rumah Honai, rumah adat khas Papua, sebagai ruang belajar siswa. (Foto: Lu'luil Maknun)
SHARE

INDORAYA – SMA Kebon Dalem Semarang menghadirkan konsep pembelajaran tak biasa dengan memanfaatkan Rumah Honai, rumah adat khas Papua, sebagai ruang belajar siswa. Bangunan bernuansa alami itu menjadi bagian dari transformasi sekolah menuju pendidikan multikultur dan berwawasan lingkungan.

Alih-alih ruang kelas permanen dari beton, para siswa belajar di bangunan beratap jerami dengan lantai kayu yang terbuka dan sejuk. Konsep tersebut menjadi identitas baru SMA Kebon Dalem sejak relokasi sekolah pada 2023.

Kepala SMA Kebon Dalem Semarang, SR. Krista Yustina Susilawati, SDP, S.Sos, M.A., mengatakan penggunaan Rumah Honai lahir dari refleksi panjang perjalanan sekolah yang berdiri sejak 7 Agustus 1968. Awalnya, SMA Kebon Dalem dikenal sebagai sekolah yang melayani komunitas Tionghoa menengah ke bawah di kawasan Wotgandul, Semarang.

“Setelah relokasi, kami merasa perlu melakukan rebranding. Kami ingin SMA Kebon Dalem menjadi sekolah yang lebih universal, terbuka bagi semua suku, agama, dan latar belakang. Rumah Honai kami pilih karena menjadi simbol perjumpaan dan keberagaman budaya Indonesia,” ujar SR Krista, Selasa (16/12/2025).

Menurutnya, dalam budaya Papua, Honai bukan sekadar tempat tinggal, tetapi ruang berkumpul, berdialog, dan membangun rasa kekeluargaan. Nilai tersebut ingin dihadirkan dalam proses pendidikan di SMA Kebon Dalem.

“Harapannya, sekolah ini menjadi rumah kedua bagi siswa. Tempat mereka belajar hidup bersama, saling mengenal, dan menghargai perbedaan,” tambahnya.

Saat ini, SMA Kebon Dalem memiliki tujuh Rumah Honai yang digunakan secara multifungsi. Selain sebagai ruang kelas, bangunan tersebut dimanfaatkan untuk rapat OSIS, pertemuan guru, hingga aktivitas kebersamaan siswa seperti makan bersama.

Tak hanya mengusung konsep multikultur, SMA Kebon Dalem juga menerapkan prinsip sekolah alam yang ramah lingkungan. Konsep ini terinspirasi dari ensiklik Laudato Si’ yang dikeluarkan Paus Fransiskus pada 2015, tentang ajakan merawat bumi sebagai rumah bersama.

Penerapannya terlihat dari kebiasaan harian siswa yang diwajibkan membawa botol minum dan tempat makan sendiri. Sekolah juga meniadakan penggunaan minuman kemasan sekali pakai, termasuk bagi tamu.

“Ini pendidikan karakter yang sederhana, tetapi konsisten. Anak-anak tidak hanya paham soal lingkungan secara teori, tetapi mempraktikkannya langsung,” kata SR Krista.

Pendekatan ramah lingkungan juga terintegrasi dalam sistem pembelajaran. Seluruh mata pelajaran dikaitkan dengan kondisi alam sekitar sekolah yang dipenuhi tanaman dan hewan.

“Lingkungan sekolah kami jadikan laboratorium hidup. Anak-anak belajar tidak hanya dari buku, tetapi dari kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Dari sisi siswa, konsep Rumah Honai dinilai memberikan kenyamanan sekaligus kedekatan emosional. Karyn, siswi kelas XII, menyebut suasana sekolah yang tidak terlalu besar membuat interaksi antarsiswa dan guru lebih intens.

“Perhatiannya lebih merata. Kami juga jadi akrab lintas angkatan karena sering ada kegiatan bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Jesia mengaku suasana belajar di Rumah Honai terasa lebih sejuk dan fleksibel.

“Atapnya adem, lantainya kayu. Belajarnya semi outdoor, bisa duduk di kursi, di lantai, bahkan gelar tikar. Rasanya lebih santai,” katanya.

Hal senada disampaikan Gaby yang menilai metode belajar menjadi tidak kaku. “Kadang belajarnya seperti piknik, tapi tetap fokus,” ucapnya.

Ke depan, SMA Kebon Dalem juga rutin menggelar Kebon Dalem Smart Green Festival, ajang pameran proyek lingkungan karya siswa.

Kegiatan ini melibatkan orang tua, pemangku kepentingan, hingga instansi terkait, mulai dari urban farming, program makanan sehat, hingga rencana kantin berbasis hasil kebun sekolah.

TAGGED:Berita Jateng TerkiniSekolah AlamSekolah Alam JatengSMA Kebon Dalem Semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Potensi Besar Tak Tergarap, DPRD Nilai Pendapatan Sektor Parkir Kota Semarang Masih Minim Kamis, 22 Jan 2026
  • Wajah Baru Jembatan Persen Semarang: Jadi Penghubung Strategis Kampus Unnes-Undip Rabu, 21 Jan 2026
  • BNNP Jawa Tengah Tancap Gas Perkuat Rehabilitasi Narkoba, Gandeng RS dan Sentra Vokasional Rabu, 21 Jan 2026
  • Pengungkapan Kasus Narkoba di Semarang: Empat Pria Diamankan, Satu Tenaga Outsourcing Pemkab Kendal Terlibat Rabu, 21 Jan 2026
  • Banjir Berhari-hari di Pekalongan Picu Lonjakan ISPA, Puluhan Warga Terserang Rabu, 21 Jan 2026
  • KUHAP Baru Tegaskan Advokat Setara Penegak Hukum, Lindungi dari Kriminalisasi Rabu, 21 Jan 2026
  • 3 Kades Pati Terjerat Kasus Jual Beli Jabatan, Dispermades Jateng: Seharusnya Paham Regulasi Rabu, 21 Jan 2026

Berita Lainnya

Pendidikan

Dua Mahasiswa Magister Teknik Lingkungan Undip Raih Beasiswa Riset Mikroplastik di Jepang

Selasa, 20 Jan 2026
Pendidikan

Perluas Wawasan Global, International Lecture Series Unwahas Semarang Hadirkan Konsulat Kehormatan India

Minggu, 18 Jan 2026
KesehatanPendidikan

Dukung Pemerataan Dokter Spesialis, FK UNDIP Kirim Residen Jangkau Wilayah Tertinggal

Sabtu, 17 Jan 2026
Pendidikan

Unwahas Semarang Gandeng BRMP Maros Sulsel Perkuat Riset Pertanian

Jumat, 16 Jan 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?