INDORAYA – Bencana alam yang melanda Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat mengetuk empati banyak pihak, termasuk grup band legendaris Slank. Menjelang konsernya di Stadion Diponegoro, Semarang pada Minggu (14/12/2025), Slank menyempatkan diri mengunjungi Asrama Mahasiswa Aceh Pocut Meurah Intan di Kecamatan Tembalang, Minggu siang.
Vokalis Kaka dan drummer Bimbim hadir langsung menyapa para mahasiswa. Keduanya duduk tanpa sekat, berbincang santai, mendengarkan cerita rindu kampung halaman serta perjuangan kuliah di tengah kabar duka akibat bencana banjir dan longsor yang belum sepenuhnya reda di Aceh dan Sumatera.
Suasana menjadi hening ketika seorang mahasiswi asal Sumatera Barat melantunkan lagu daerah. Kaka menyimak dengan penuh perhatian, lalu menyampaikan pesan penyemangat kepada para mahasiswa.
“Saya cuma ingin adik-adik, anak-anakku, adik-adikku yang kuliah di Semarang tetap semangat, fokus kuliahnya, ujian ini bikin makin kuat,” kata Kaka saat berbincang dengan para mahasiswa.
Kehangatan semakin terasa ketika Kaka secara spontan meraih mikrofon dan menyanyikan penggalan lagu legendaris Ku Tak Bisa dari album PLUR. Para mahasiswa pun ikut bernyanyi bersama, menciptakan suasana haru dan kebersamaan di dalam asrama.
Setelah berbagi semangat, Kaka dan Bimbim menyerahkan bantuan berupa logistik dan perlengkapan alat tulis sebagai bentuk kepedulian. Keduanya kemudian berpamitan dan mengajak mahasiswa untuk hadir di konser Slank malam harinya.
“Kami hadir untuk sedikit menghibur, sejenak healing, silakan nanti malam datang [ke konser Slank di Stadion Diponegoro Semarang],” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Aceh Semarang (IPAS), Muhammad Haekal Halifah, mengatakan proses pendataan mahasiswa yang keluarganya terdampak bencana masih terus dilakukan.
Hingga saat ini, tercatat 107 mahasiswa Aceh memiliki keluarga terdampak banjir dan longsor, sementara jumlah mahasiswa dari Sumatera Utara dan Sumatera Barat hampir sama.
“Ada kawan kami dari Sumbar, keluarganya 10 orang meninggal dunia, beberapa juga masih bisa menghubungi orangtuanya. Kami sangat berterimakasih kepada HS dan Slank atas kepedulian ini,” ucap Haekal.
Sekadar diketahui, konser Slank di Stadion Diponegoro merupakan bagian dari rangkaian tur 10 kota bertajuk Hey Slank Berani Kita Beda Tour. Semarang menjadi kota ketiga setelah Yogyakarta dan Surabaya.
Dalam dialog singkat sebelum pamit, Kaka juga menyampaikan salam dari personel Slank lainnya yang tidak dapat hadir.
“Salam dari Abdee, Ridho dan ivan, kami, kita semua ikut berduka atas musibah bencana ini, tapi insya Allah semua bisa kita lalui dan saling bantu,” kata Kaka.


