Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Siswa SMK Semarang Tewas Ditembak Polisi, Komnas HAM: Harus Ada Tindakan Hukum
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Semarang

Siswa SMK Semarang Tewas Ditembak Polisi, Komnas HAM: Harus Ada Tindakan Hukum

By Athok Mahfud
Selasa, 26 Nov 2024
Share
2 Min Read
Komisioner Pengkajian dan Penelitian Komnas HAM Saurlin Siagian di Kantor Bawaslu Jawa Tengah, Kota Semarang, Selasa (26/11/2024). (Foto: Dok. Athok Mahfud/Indoraya)
SHARE

INDORAYA – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memberikan respon terhadap peristiwa penembakan oknum aparat kepolisian terhadap siswa SMKN 4 Semarang hingga mengakibatkan seorang siswa di sekolah tersebut tewas.

Komisioner Pengkajian dan Penelitian Komnas HAM Saurlin Siagian mengatakan bahwa dirinya belum menerima laporan soal insiden polisi yang menembak siswa SMKN 4 Semarang tersebut.

Namun menurutnya, jika ada pelanggaran hukum dalam kasus ini, maka pelaku juga harus mendapatkan tindakan hukum.

“Sepertinya laporannya belum masuk, tapi kalau ada pelanggaran hukum harus ada tindakan hukum juga,” kata Saurlin saat ditemui usai kegiatan di Kantor Bawaslu Jawa Tengah, Kota Semarang, Selasa (26/11/2024).

Dia mengatakan, jika laporan diterima maka pihaknya siap mengawal kasus ini hingga tuntas. Dia kembali menegaskan, setiap ada pelanggaran hukum, harus ada tindakan hukum.

“Mungkin temen-temen sudah mendapatkan (laporan), tapi saya belum melakukan update. Saya kira kalau ada pelanggaran hukum harus ada penegakan hukum juga,” kata Saurlin.

Saat ditanya apakah oknum aparat itu bisa dikatakan melanggar hak asasi manusia (HAM) karena menghilangkan nyawa seseorang, dia menjawab hal ini mungkin saja.

“Tentu bisa (masuk pelanggaran HAM) kalau ada unsurnya,” ungkap Saurlin.

Meskipun belum ada laporan soal insiden penembakan tersebut, dia menyebut tidak menutup kemungkinan Komnas HAM akan turun tangan untuk mengusutnya sesuai wewenang yang dimiliki.

Diberitakan, siswa SMKN 4 Semarang bernama Gamma Rizkynata Oktafandy tewas ditembak polisi di Jalan Candi Penataran Raya, Kelurahan Kalipancur, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, sekitar Minggu (24/11/2024) dini hari.

Penembakan itu berawal ketika korban bersama dua temannya Satria dan Adam melintas pada Sabtu (23/11/2024) malam. Korban yang mengendarai sepeda motor tanpa sengaja bersenggolan dengan oknum polisi. Korban ditembak mengenai pinggul.

Korban sempat dirawat beberapa jam di IGD RSUP dr Kariadi Semarang, namun nyawanya tidak terselamatkan. Sementara dua kawan korban, Satria terkena luka tembak di tangan dan Adam terluka di dada masih selamat. Keduanya menjalani perawatan usai insiden tersebut.

TAGGED:komnas hamSiswa Semarang Ditembak PolisiSiswa SMK SemarangSMKN 4 Semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Pegadaian Resmikan Kelas Industri di SMKN 1 Petarukan untuk Cetak Lulusan Siap Kerja Kamis, 11 Des 2025
  • Ribuan PPPK Warnai Jatidiri, Kisah Haru Honorer 8–14 Tahun Pecah di Momen Penyerahan SK Kamis, 11 Des 2025
  • Pertamina & UNDIP Mulai Tanam 48 Ribu Pohon untuk Pulihkan Hulu DAS Babon Kamis, 11 Des 2025
  • Gubernur Jateng Serahkan 13.111 SK PPPK Paruh Waktu, Komitmen Hapus Honorer di 2026 Kamis, 11 Des 2025
  • Gubernur Ahmad Luthfi Dorong Collaborative Government untuk Majukan Jawa Tengah Kamis, 11 Des 2025
  • Targetkan Kurangi Backlog 1,3 Juta Rumah dalam Lima Tahun, Pemprov Jateng Maksimalkan Simperum dan KKN Tematik Kamis, 11 Des 2025
  • Gus Yasin Ajak Guru di Jateng Lebih Adaptif Hadapi Perkembangan Teknologi Kamis, 11 Des 2025

Berita Lainnya

Semarang

2.354 PPPK Paruh Waktu Dilantik, Semarang Komitmen Perbaiki Layanan Publik

Rabu, 10 Des 2025
Semarang

Aston Inn Pandanaran Semarang Bidik Okupansi 95% Saat Nataru, Optimistis Lonjakan Tamu Last Minute

Rabu, 10 Des 2025
Semarang

Indosat Perluas Jaringan 5G di Semarang, BTS Bertambah 22 Kali Lipat

Rabu, 10 Des 2025
Semarang

Promo Serba Rp88.000 Warnai Perayaan HUT ke-8 Aston Inn Pandanaran Semarang

Rabu, 10 Des 2025
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?