Ad imageAd image

Singapura Usut 960 Kasus Penipuan Tiket Taylor Swift, Kerugian Capai Rp6,2 Miliar

Redaksi Indoraya
By Redaksi Indoraya 887 Views
2 Min Read
Eras Tour Taylor Swift. (Foto: Istimewa)

INDORAYA – Laporan polisi soal dugaan penipuan terkait tiket The Eras Tour dari Taylor Swift masih terus berdatangan usai konser digelar.

Dilansir The Straits Times, Minggu (17/3/2024), Asisten Komisaris Polisi Aileen Yap, yang juga asisten direktur Komando Anti Penipuan (ASCom) kepolisian, mengatakan hal tersebut dalam wawancara eksklusif dengan The Straits Times pada 11 Maret.

AC Yap mengatakan laporan yang masuk antara lain berasal dari korban yang membeli tiket lewat reseller. Dia menyebut korban sudah datang ke Stadion Nasional, namun akhirnya tak bisa masuk setelah mengetahui tiket tersebut palsu. Dalam kasus lain, penipu tidak dapat dihubungi setelah menerima uang dari korban.

“Dalam beberapa hari pertama Taylor Swift tiba di Singapura, jumlah laporan terkait penipuan tiket konser melonjak,” kata AC Yap.

Polisi mengatakan bahwa antara 1 Januari dan 12 Maret, setidaknya 1.551 korban telah menjadi korban penipuan e-commerce yang melibatkan tiket konser. Total kerugian mencapai setidaknya 737.000 dolar Singapura atau sekitar 8,6 miliar.

Dari jumlah itu, setidaknya 960 orang merupakan korban dugaan penipuan tiket konser Swift. Total kerugiannya lebih dari 538.000 dolar Singapura atau sekitar Rp 6,2 miliar.

“Dengan semakin banyaknya tindakan yang datang ke Singapura, saya khawatir jumlah penipuan e-commerce akan meningkat. Jika saya melakukan penilaian, menurut saya penipuan e-commerce akan menjadi penipuan teratas pada paruh pertama tahun 2024 jika tren ini terus berlanjut,” ujar AC Yap.

AC Yap menyebut sebagian besar korban penipuan e-commerce yang membuat laporan terkait tiket konser Swift adalah wanita berusia 30 tahun ke bawah. Dia mengatakan mengatasi penipuan tiket konser merupakan hal yang tidak mudah.

“Masalah penipuan tiket konser merupakan tantangan bagi kami karena tidak ada cara yang mudah untuk memberantasnya secara total,” katanya.

“Mungkin scalping bisa diatur, karena ada orang yang menghasilkan ribuan dolar setiap ada konser besar di sini dengan membeli tiket dalam jumlah besar dan menjualnya dengan harga yang jauh lebih tinggi. Yang lain merancang bot hanya untuk membeli tiket dengan cepat,” sambungnya.

Share this Article
Leave a comment