Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Silaturahmi dengan Pengusaha Sound, Sumanto Dorong Kolaborasi dan Profesionalitas
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Berita

Silaturahmi dengan Pengusaha Sound, Sumanto Dorong Kolaborasi dan Profesionalitas

By Redaksi Indoraya
Rabu, 19 Nov 2025
Share
3 Min Read
Sumanto, Ketua DPRD Jawa Tengah
SHARE
KARANGANYAR – Ketua DPRD Jateng Sumanto meminta para pengusaha sound system dan audio terus memperbarui peralatannya agar bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Ia juga berharap para pelaku jasa tersebut bisa mengembangkan diri dengan membuat konten-konten positif di media sosial.
Sumanto mengungkapkan hal tersebut saat menghadiri Silaturahmi dengan Asosiasi Pengusaha Sound Indonesia (APSI) Pusat dan daerah di Gedung Pertemuan Desa Jati, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, belum lama ini. Dalam pertemuan tersebut, ikut hadir perwakilan APSI dari Ngawi, Sragen, Boyolali, Sukoharjo, dan Wonogiri.
“Usaha ini berkaitan dengan kemajuan teknologi. Jadi perlu meng upgrade alat-alat secara berkala biar tidak ketinggalan zaman,” ujar Sumanto.
Menurut Sumanto, jasa persewaan sound system dan audio selama ini perannya kerap luput dari sorotan. Padahal para pelaku usaha ini memiliki peran besar terhadap berbagai kegiatan masyarakat. Mulai dari acara pemerintahan, seni budaya, pendidikan, keagamaan, hingga hiburan. Tanpa dukungan para pengusaha sound yang profesional, berbagai kegiatan tersebut tak dapat berjalan dengan lancar.
“Tanpa panjenengan semua, bisa-bisa semua event jadi hampa. Pentas wayang kulit misalnya, meskipun dalangnya teriak-teriak, kalau tidak ada soundnya, nggak akan terdengar,” paparnya.
Ia berharap para pengusaha yang tergabung APSI dapat meningkatkan profesionalitas, solidaritas, dan tata kelola usaha pada bidang ini. Menurutnya, asosiasi tak hanya wadah untuk bersilaturahmi, tapi juga tempat untuk berbagi pengalaman, kolaborasi, serta memperjuangkan kepentingan bersama para pelaku usaha. Kolaborasi tersebut dapat menghasilkan ekosistem usaha yang sehat, tertib, dan saling menguntungkan, baik bagi pelaku usaha, masyarakat, maupun pemerintah.
“Meskipun mungkin ini antar pengusaha saling bersaing, saya berharap tetap bisa berkolaborasi dalam hal-hal yang positif,” kata politisi PDI Perjuangan tersebut.
Sumanto menyadari banyak muncul pro dan kontra terkait keberadaan para pengusaha sound. Terlebih bila tata suara yang dimainkan terlampau keras sehingga mengganggu masyarakat. Karenanya ia berharap para pengusaha lebih peduli dengan tidak menyalakan sound melebihi batas decibel suara yang bisa ditoleransi.
“Terkadang ada yang menganggap kalau tidak keras kurang marem. Tapi kalau suaranya keras bisa mengganggu dan bikin geger. Karena itu semua perlu diatur agar tetap bisa didengarkan secara nyaman dan menjadi hiburan bagi masyarakat,” ujar Sumanto.
Lebih lanjut Sumanto meminta para pengusaha sound system memanfaatkan media sosial dengan membuat konten-konten positif. Sebab saat ini medsos bisa menjadi sarana promosi yang efektif.
“Bagi saya, pro kontra sudah biasa. Apapun akan muncul anggapan positif maupun negatif. Harapannya apa yang dilakukan teman-teman ini bisa jadi hal positif, suara soundnya bisa tetap didengar dengan nyaman,” katanya.
Ke depan ia juga berharap para pengusaha sound lokal ini dapat semakin kompetitif dan mampu bersaing di tingkat nasional, bahkan internasional.
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Desa Tempur Jepara Tak Lagi Terisolasi, Penanganan Banjir Terus Berlanjut Selasa, 13 Jan 2026
  • Apple Gandeng Google, Gemini Disiapkan Jadi Fondasi AI di iPhone dan Siri Selasa, 13 Jan 2026
  • Program Demak Cerdas Perluas Akses Internet SMP Negeri, Perpustakaan Digital Jadi Fokus Selasa, 13 Jan 2026
  • Belum Naik, Harga Daging Sapi di Batang Masih Stabil Awal Januari Selasa, 13 Jan 2026
  • Dilanda Cuaca Ekstrem dan Banjir, Kudus Siaga Bencana Hingga 19 Januari Selasa, 13 Jan 2026
  • 530 Hektare Lahan di Batang Bakal Ditanami Padi Biosalin Tahun Ini Selasa, 13 Jan 2026
  • Pemerintah Siap Ekspor Beras Awal 2026, Bulog Disiapkan Serap Panen Raya Selasa, 13 Jan 2026

Berita Lainnya

Pendidikan

Program Demak Cerdas Perluas Akses Internet SMP Negeri, Perpustakaan Digital Jadi Fokus

Selasa, 13 Jan 2026
Ekonomi

Belum Naik, Harga Daging Sapi di Batang Masih Stabil Awal Januari

Selasa, 13 Jan 2026
Ekonomi

530 Hektare Lahan di Batang Bakal Ditanami Padi Biosalin Tahun Ini

Selasa, 13 Jan 2026
Ekonomi

Pemerintah Siap Ekspor Beras Awal 2026, Bulog Disiapkan Serap Panen Raya

Selasa, 13 Jan 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?