Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Sertijab Pengurus PSI Semarang Ricuh, 13 DPC Nyatakan Mosi Tidak Percaya
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Politik

Sertijab Pengurus PSI Semarang Ricuh, 13 DPC Nyatakan Mosi Tidak Percaya

By Dickri Tifani
Minggu, 11 Jan 2026
Share
5 Min Read
Suasana yang semula berjalan kondusif mendadak berubah ricuh dalam Sertijab dan rapat kerja DPD PSI Kota Semarang, Minggu (11/1/2026). (Foto: Dickri Tifani Badi/INDORAYA)
SHARE

INDORAYA – DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Semarang menggelar serah terima jabatan (sertijab) pengurus sekaligus rapat kerja tahun 2026 di sebuah hotel di Jalan Gajah Raya, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, Minggu (11/1/2026) sore.

Namun, agenda yang semula berlangsung kondusif itu mendadak diwarnai kericuhan. Sejumlah pengurus, kader dan simpatisan dari beberapa DPC PSI di Kota Semarang terlibat aksi saling bentak di dalam aula hotel. Bahkan, mereka diduga sempat saling melempar kursi.

Situasi kian memanas ketika sebagian peserta memilih keluar dari ruangan. Akan tetapi, ada pihak yang melarang mereka meninggalkan lokasi dan meminta tetap mengikuti forum, sehingga aksi saling dorong pun tak terhindarkan.

Usai insiden tersebut, sejumlah peserta akhirnya keluar ruangan sambil meneriakkan yel-yel, “Mosi Tidak Percaya DPD PSI Kota Semarang”.

Di depan aula hotel, teriakan tersebut kembali menggema dan menarik perhatian pihak keamanan karena dinilai mengganggu kenyamanan tamu. Massa kemudian diarahkan menuju area depan hotel.

Sekitar pukul 17.00 WIB, tampak karangan bunga bertuliskan “Mosi Tidak Percaya Menolak Melly Pangestu sebagai Sekretaris DPD PSI Kota Semarang” yang mengatasnamakan loyalis PSI Jawa Tengah terpasang di depan hotel di Jalan Gajah Raya.

Sejumlah peserta yang melakukan aksi walk out juga membacakan pernyataan sikap terkait dinamika kepengurusan baru DPD PSI Kota Semarang.

“Kami Ketua DPC se-Kota Semarang, dari 13 DPC se-Kota Semarang, menyatakan mosi tidak percaya terhadap SK terbaru yang dikeluarkan oleh DPP,” ujar mereka secara kompak.

Usai membacakan pernyataan sikap, massa juga meneriakkan jargon partai, “Gajah! Kuat, bijak, setia!”

Ketua DPC PSI Semarang Utara, Hanif Nafilah Rozaq, menjelaskan bahwa dari total 16 DPC PSI se-Kota Semarang, sebanyak 13 DPC memilih walk out dari forum sertijab dan rapat kerja 2026 DPD PSI Kota Semarang.

Menurut Hanif, sikap tersebut dipicu oleh persoalan surat keputusan (SK) DPP PSI terkait susunan kepengurusan DPD PSI Kota Semarang yang dinilai berbeda dari hasil komunikasi sebelumnya.

“Tadi teman-teman menyampaikan kekecewaan karena persoalan SK. SK yang sebelumnya dikomunikasikan kepada DPC oleh DPD sebelum disahkan itu susunannya bukan seperti ini. Yang disepakati oleh DPC-DPC adalah Ketua Bangkit Mahanantiyo, Sekretaris Bayu, dan Bendahara Irwan Leokita Wiharto Karunia. Namun setelah SK keluar, susunannya berubah. Itu yang menjadi pertanyaan kami,” ungkap Hanif saat ditemui Indoraya.News.

Perubahan tersebut, lanjut Hanif, membuat 13 DPC PSI se-Kota Semarang merasa dikecewakan. Ia mengaku telah mempertanyakan hal itu kepada Bangkit Mahanantiyo selaku Ketua DPD PSI Kota Semarang terpilih, namun yang bersangkutan mengaku tidak mengetahui adanya perubahan.

“Kami merasa dikecewakan. Kami tanya ke Ketua DPD, beliau juga mengaku tidak tahu. Makanya kami mempertanyakan ini kepada DPW. Tapi DPW juga menyampaikan tidak mengetahui. Padahal seharusnya alurnya dari DPD ke DPW dulu, baru ke DPP,” paparnya.

Selain persoalan SK, keberatan para DPC juga dipicu oleh masuknya kembali mantan Ketua DPD PSI Kota Semarang, Melly Pangestu, ke dalam struktur kepengurusan baru sebagai Sekretaris DPD.

“Kalau soal ketua, kami sepakat Bangkit tetap menjadi Ketua DPD. Tapi poin krusialnya adalah masuknya kembali Melly Pangestu sebagai sekretaris. Itu yang tidak kami setujui,” tegasnya.

Menurut Hanif, kembalinya Melly Pangestu dinilai sebagai kemunduran bagi organisasi partai di tingkat kota.

“Kami menganggap itu sebagai kemunduran. Dulu, sis Melly juga pernah disomasi oleh pengurus DPD lama karena kepemimpinannya tidak dipercaya. Sekarang dimasukkan kembali, tentu membuat teman-teman kecewa,” ujarnya.

Ia juga menilai Melly Pangestu selama menjabat sebagai Ketua DPD PSI Kota Semarang bersikap otoriter dan minim komunikasi dengan jajaran DPC.

“Kami menilai kepemimpinannya cenderung otoriter, komunikasinya kurang, keterbukaan juga kurang. Selama kepengurusan sebelumnya, tidak mengayomi,” katanya.

Menurut Hanif, sosok Melly Pangestu menjadi salah satu sumber persoalan utama di internal DPD PSI Kota Semarang.

“Itu salah satu yang menjadi keberatan teman-teman,” imbuhnya.

Selain itu, Hanif juga mempertanyakan alasan evaluasi terhadap DPD PSI Kota Semarang, meskipun menurutnya kinerja pengurus selama ini cukup baik.

“Kenapa DPD PSI Kota Semarang dievaluasi? Padahal kinerjanya sangat bagus. Bisa dicek dari aktivitas dan pergerakan di media sosial maupun media lainnya,” tandasnya.

Atas kondisi tersebut, pihaknya mendesak DPP PSI segera melakukan mediasi dengan seluruh DPC PSI se-Kota Semarang.

“Kami meminta DPP melakukan mediasi untuk menjelaskan terkait SK yang disahkan tersebut,” tegas Hanif.

Ia juga menduga masuknya nama Melly Pangestu dalam kepengurusan baru mengindikasikan adanya unsur sabotase dan kemungkinan intervensi dari pihak tertentu.

“Kami menduga ada unsur sabotase dan kemungkinan intervensi dari pihak tertentu yang memiliki kepentingan sendiri dan tidak mewakili kepentingan partai,” pungkasnya.

TAGGED:Sertijab PSI RicuhSertijab PSI Semarang RicuhSis Melly PSI
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Desa Tempur Jepara Tak Lagi Terisolasi, Penanganan Banjir Terus Berlanjut Selasa, 13 Jan 2026
  • Apple Gandeng Google, Gemini Disiapkan Jadi Fondasi AI di iPhone dan Siri Selasa, 13 Jan 2026
  • Program Demak Cerdas Perluas Akses Internet SMP Negeri, Perpustakaan Digital Jadi Fokus Selasa, 13 Jan 2026
  • Belum Naik, Harga Daging Sapi di Batang Masih Stabil Awal Januari Selasa, 13 Jan 2026
  • Dilanda Cuaca Ekstrem dan Banjir, Kudus Siaga Bencana Hingga 19 Januari Selasa, 13 Jan 2026
  • 530 Hektare Lahan di Batang Bakal Ditanami Padi Biosalin Tahun Ini Selasa, 13 Jan 2026
  • Pemerintah Siap Ekspor Beras Awal 2026, Bulog Disiapkan Serap Panen Raya Selasa, 13 Jan 2026

Berita Lainnya

Politik

Wacana Pilkada Lewat DPRD Dikritik, Dinilai Lemahkan Demokrasi dan Check and Balances

Selasa, 13 Jan 2026
Politik

PSI Semarang Panaskan Mesin Pemilu 2029, Targetkan 15 Kursi DPRD

Senin, 12 Jan 2026
Politik

Bangkit Mahanantiyo Tanggapi Kericuhan PSI Semarang: Ini Proses Pendewasaan Politik

Minggu, 11 Jan 2026
Politik

Indonesia Resmi Pimpin Dewan HAM PBB, Bakal Pengaruhi Agenda HAM Internasional

Kamis, 08 Jan 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?