Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Semarang Utara Tempati Posisi Teratas Kasus Stunting
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Semarang

Semarang Utara Tempati Posisi Teratas Kasus Stunting

By Dickri Tifani
Selasa, 21 Okt 2025
Share
3 Min Read
Kepala DKK Semarang, Abdul Hakam. (Foto: Dickri Tifani Badi/Indoraya)
SHARE

INDORAYA – Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang menginformasikan bahwa terdapat dua kecamatan di Kota Semarang yang mencatat angka stunting paling tinggi di wilayah tersebut.

Kecamatan yang dimaksud adalah Semarang Utara dan Semarang Selatan, dengan Semarang Utara menduduki posisi pertama sebagai wilayah dengan jumlah kasus terbanyak.

“Wilayah Semarang Utara ini saat ini paling tinggi kasus stunting-nya. Disusul oleh wilayah Semarang Selatan. Jumlahnya masih ratusan,” ujar Kepala DKK Semarang, Abdul Hakam, pada Senin (20/10/2025).

Hakam memaparkan bahwa tingginya kasus stunting di Semarang Utara disebabkan oleh beberapa faktor seperti pola asuh, kondisi lingkungan, serta asupan gizi pada ibu hamil dan anak.

“Banyak ibu hamil yang mengalami anemia atau kekurangan energi kronik. Ini menjadi salah satu penyebab anak lahir berisiko stunting,” jelasnya.

Sebagai upaya pencegahan, DKK Semarang melaksanakan berbagai program untuk meningkatkan literasi kesehatan bagi remaja dan calon pengantin. Salah satunya ialah program ‘Tujuh Bintang’, yang mendorong kader kesehatan melakukan deteksi dini terhadap perempuan usia produktif yang mengalami anemia atau kekurangan energi.

“Kalau remajanya dan ibu-ibunya memiliki literasi yang baik, mereka akan sadar pentingnya kesehatan sebelum menikah. Misalnya, kalau lingkar lengannya kurang dari 23 cm atau kadar Hb di bawah 11, maka bisa segera diperbaiki sebelum hamil,” ujarnya.

Ketika ditanya mengenai langkah konkret DKK dalam menurunkan angka stunting di Kota Semarang, Hakam menyebutkan bahwa pihaknya bekerja sama dengan berbagai instansi untuk melaksanakan intervensi. Salah satunya melalui pendirian Rumah Sehat di Kelurahan Tanjung Mas, yang diinisiasi oleh Pertamina sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Ia menuturkan bahwa program ini merupakan pengembangan dari keberhasilan Rumah Sigap di Kelurahan Bendan Duwur, yang sebelumnya digagas oleh Tanoto Foundation.

“Karena sukses di sana, maka kita membuat konsep yang sama di Tanjung Mas. Rumah Sehat ini diperuntukkan bagi balita-balita yang berisiko ke arah stunting,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Hakam menjelaskan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah memberikan penanganan bagi balita yang sudah mengalami stunting sekaligus mencegah agar balita berisiko tidak mengalami kondisi tersebut.

“Intervensi kita dua arah. Selain pencegahan, kita juga menangani yang sudah terjadi,” tegasnya.

Selain menjadi tempat pelayanan untuk balita, Rumah Sehat Tanjung Mas juga difungsikan sebagai pusat pembelajaran keluarga. Di sana, para ibu dan remaja mendapatkan edukasi mengenai pola asuh, gizi seimbang, serta pendampingan kesehatan remaja.

“Kita sasar tiga kelompok sekaligus, yaitu balita, orang tua, dan remaja. Harapannya, seluruh keluarga sadar akan pentingnya pencegahan stunting sejak dini,” tambah Hakam.

Ia pun menyambut positif dukungan pihak swasta seperti Pertamina dalam program tersebut.

“CSR dari pihak ketiga ini sangat membantu. Kita arahkan agar bantuan benar-benar menyasar wilayah yang membutuhkan, terutama di daerah dengan angka stunting tinggi,” pungkasnya.

TAGGED:Dinas Kesehatan Kota (DKK) SemarangKasus stunting
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Jelang Ramadan, Heri Pudyatmoko Minta Pemda Lebih Peka Peningkatan Kerentanan Sosial Sabtu, 07 Feb 2026
  • Prabowo Siapkan Lembaga Pengelola Dana Umat, Potensi Disebut Capai Rp500 Triliun per Tahun Sabtu, 07 Feb 2026
  • Heri Pudyatmoko Soroti Tantangan Pembangunan Daerah Berkelanjutan di Era Transisi Sabtu, 07 Feb 2026
  • Anak Tengah di Jakut Tega Racuni Keluarga Sendiri, Sempat Pura-pura Lemas Sabtu, 07 Feb 2026
  • Era Industri Modern Kian Menantang, Heri Pudyatmoko Tegaskan Perlunya Pemetaan Kebutuhan Tenaga Kerja Lokal Sabtu, 07 Feb 2026
  • KONI Jateng Perkuat Pembinaan SDM Olahraga, Tahan Atlet Potensial Agar Tak Hengkang ke Daerah Lain Sabtu, 07 Feb 2026
  • Disdukcapil Kudus Kejar Target 20 Persen Aktivasi KTP Digital, Baru Tercapai 6,8 Persen Sabtu, 07 Feb 2026

Berita Lainnya

Semarang

98.545 Peserta PBI Nonaktif, Pemkot Semarang Siapkan Skema UHC

Jumat, 06 Feb 2026
Semarang

Dari Balikpapan Hingga Papua, Karya Barongsai Pengrajin Semarang Diburu Jelang Imlek

Jumat, 06 Feb 2026
Semarang

Kota Semarang Hasilkan 1.200 Ton Sampah Per Hari, Penerapan 3R Tak Maksimal

Jumat, 06 Feb 2026
Semarang

Teror Pinjol Makin Brutal! Tujuh Ambulans Dipesan Fiktif, Diminta Tagih Utang Rp14 Juta

Kamis, 05 Feb 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?