Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Semarang Geger! Tiga Ambulans & Mobil Logistik Jadi Korban Order Fiktif, Diduga Teror Debt Collector Pinjol
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Semarang

Semarang Geger! Tiga Ambulans & Mobil Logistik Jadi Korban Order Fiktif, Diduga Teror Debt Collector Pinjol

By Dickri Tifani
Rabu, 04 Feb 2026
Share
3 Min Read
Kota Semarang dihebohkan oleh sebuah video yang memperlihatkan deretan kendaraan, terdiri dari tiga ambulans dan satu mobil pikap layanan logistik (Lalamove), terparkir di kawasan permukiman Kecamatan Semarang Barat. (Foto: Tangkapan layar instagram @informasisemarang)
SHARE

INDORAYA – Kota Semarang, Jawa Tengah dihebohkan dengan beredarnya video yang memperlihatkan tiga unit ambulans dan satu mobil pikap layanan logistik terparkir di kawasan permukiman Kecamatan Semarang Barat. Kendaraan-kendaraan tersebut diduga menjadi korban order fiktif yang berkaitan dengan aksi teror penagihan pinjaman online (pinjol).

Video tersebut viral setelah diunggah akun Instagram @informasi.semarang. Dalam unggahan itu disebutkan, kendaraan-kendaraan tersebut sengaja dipesan oleh pihak tak bertanggung jawab dan diarahkan ke satu titik lokasi yang sama.

Modus yang digunakan diduga dengan memesan layanan ambulans dan jasa pengiriman barang, lalu menjebak para pengemudi melalui order palsu. Aksi ini memunculkan dugaan kuat adanya intimidasi oleh oknum debt collector pinjol terhadap penghuni rumah di lokasi tujuan.

“Sesampainya di lokasi, saat nomor pemesan dikonfirmasi, justru muncul ancaman agar penghuni rumah segera melunasi utang,” tulis akun tersebut dalam unggahannya, Selasa (3/2/2026).

Salah satu admin Ambulans Antasena, Aldy (25), membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengungkapkan insiden itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIB dan bermula dari pesanan pengantaran pasien kontrol yang masuk atas nama Adi Prasetya.

“Penelepon mengaku butuh ambulans untuk mengantar pasien dari Jalan Puspowarno ke Rumah Sakit Columbia Asia,” ujar Aldy saat dikonfirmasi.

Menurutnya, pemesan terlihat meyakinkan karena mengirimkan data pasien secara lengkap, mencantumkan nama pemilik rumah, hingga membagikan titik lokasi melalui fitur share location WhatsApp.

Tanpa menaruh kecurigaan, pihak ambulans langsung merespons dan meluncur ke alamat tujuan, yakni rumah seorang perempuan bernama Lia.

Namun, setibanya di lokasi, situasi justru janggal. Tidak ada warga yang merasa memesan layanan ambulans.

“Kita bertemu dengan Mbak Lia, katanya dia tidak sakit,” ungkap Aldy.

Kemudian saat nomor pemesan kembali dihubungi, jawaban yang diberikan justru semakin tidak masuk akal.

“Jawabannya cuma bilang ‘itu kakak saya’,” lanjutnya.

Pemilik rumah bahkan mengaku sehari sebelumnya kediamannya juga didatangi sejumlah kendaraan jasa pengiriman akibat order fiktif serupa.

Aldy kemudian menghubungi rekan-rekan ambulans lain dan kembali mencoba menelepon nomor pemesan. Kali ini, ancaman disampaikan secara terang-terangan.

“Jawabannya malah bilang, ‘suruh ngelunasin dulu utangnya Rp14 juta. Kalau enggak, nanti saya panggil damkar’,” katanya.

Aldy menyebut, insiden ini tidak hanya menimpa Ambulans Antasena. Dua ambulans lain milik rekan-rekannya turut menjadi korban pesanan palsu di lokasi yang sama. Selain itu, satu mobil layanan logistik juga diketahui mengalami hal serupa.

Order fiktif tersebut membuat pihak ambulans mengalami kerugian, baik dari sisi bahan bakar maupun tenaga. Sebab, sebagai layanan ambulans swasta, pembayaran baru diterima setelah tugas selesai, sementara setiap panggilan darurat harus tetap direspons dengan cepat.

“BBM pakai uang pribadi. Kondisi lagi sepi order, tapi tetap berangkat karena mikirnya ada pasien,” ujarnya.

Untuk layanan ambulans dalam kota, Aldy menyebut tarif pulang-pergi berkisar Rp400.000 hingga Rp500.000, sementara satu kali perjalanan sekitar Rp350.000.

TAGGED:Ambulans Order PalsuOrder Fiktif SemarangTeror Debt Collector Pinjol
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Pemprov Jateng Dorong Mahasiswa Lahirkan Gagasan Atasi Persoalan Masyarakat Selasa, 10 Feb 2026
  • Pasar Imlek Semawis 2026 Kembali Hadir, Simbol Harmoni Budaya dan Toleransi Warga Semarang Selasa, 10 Feb 2026
  • Pemprov Jateng Bakal Bangun SMA Negeri di Tambakromo dan Jaken Pati Selasa, 10 Feb 2026
  • Hotman Paris Ungkap Fakta Sidang Sritex: Seluruh Kredit Lunas, Negara Tak Rugi Senin, 09 Feb 2026
  • Langgar Keselamatan, Pikap Angkut Penumpang Dihentikan PJR di Tol Pejagan–Pemalang Senin, 09 Feb 2026
  • Sambut Ramadan 2026, Nusatu by ARTOTEL Hadirkan Paket Buka Puasa 8 Bayar 7 Senin, 09 Feb 2026
  • Dokumen Ungkap Obsesi Jeffrey Epstein pada Rekayasa Genetika dan Ide “Manusia Unggul” Senin, 09 Feb 2026

Berita Lainnya

Semarang

Pasar Imlek Semawis 2026 Kembali Hadir, Simbol Harmoni Budaya dan Toleransi Warga Semarang

Selasa, 10 Feb 2026
Semarang

Sambut Ramadan 2026, Nusatu by ARTOTEL Hadirkan Paket Buka Puasa 8 Bayar 7

Senin, 09 Feb 2026
Semarang

ICA Jateng Guncang CFD Semarang, Cheerleading Bangkit Usai Vakum 13 Tahun

Senin, 09 Feb 2026
Semarang

Maria Goreti: Pemilu Tak Cukup Diawasi di TPS, Ruang Siber Juga Harus Dijaga

Senin, 09 Feb 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?