Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Seluruh Guru Sekolah Negeri Diminta Jangan Paksa Siswi Pakai Kerudung
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Pendidikan

Seluruh Guru Sekolah Negeri Diminta Jangan Paksa Siswi Pakai Kerudung

By Athok Mahfud
Rabu, 16 Nov 2022
Share
3 Min Read
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Uswatun Hasanah. (Foto: Istimewa)
SHARE

INDORAYA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) meminta seluruh guru yang berada di SKPD Jateng untuk tidak memaksa siswi di sekolah negeri memakai kerudung.

Kepala Disdikbud Jateng Uswatun Hasanah mengatakan bahwa mengenakan kerudung bagi murid perempuan di sekolah negeri bukanlah menjadi kewajiban atau peraturan yang harus dilakukan.

“Kepatuhan (meminta siswa patuh: red) dalam beragama (menjalankan ajaran agama: red) tidak boleh ada unsur pemaksaan. Sekolah negeri bukan sekolah agama ini, tidak memakai jilbab ya tidak masalah,” ujarnya, Senin (14/11/2022).

Sehingga, lanjut Uswatun, guru harus bisa membedakan antara sekolah negeri dengan sekolah agama. Sekolah negeri tidak mewajibkan siswanya untuk memakai kerudung atau jilbab saat sekolah.

Selain itu, ia meminta guru untuk tidak menilai negatif siswi yang tidak berjilbab. Guru harus menghargai apa yang menjadi pilihan muridnya selama tidak melanggar norma dan peraturan.

Mengenakan jilbab atau tidak bukanlah indikator prestasi akademik peserta didik. Maka dari itu guru harus lebih objektif dan tidak boleh memaksa siswi sepaham dengan dirinya.

“Tidak boleh mencampuradukkan dengan latar belakang keluarga si peserta didik. Jadi penilaian harus normatif dan objektif. Ga boleh ada unsur kedekatan dia berhijab atau tidak, itu bukan bagian dari yang mempengaruhi penilaian,” sambungnya.

Uswatun mengaku bahwa pihaknya sangat menyayangkan tindakan perundungan yang dilakukan salah satu oknum guru kepada siswi yang tidak memakai jilbab di SMAN 1 Sumberlawang Kabupaten Sragen.

Di mana diberitakan bahwa seorang siswi SMAN 1 Sumberlawang diduga dirundung guru matematika karena tak memakai jilbab. Perundungan itu bahkan menyebabkan siswi mengalami tekanan psikis hingga tak masuk sekolah.

“Peristiwa ini menjadi pembelajaran untuk semuanya bahwa kita tidak boleh menjustifikasi orang lain hanya karena dilihat dari misalnya dia seorang muslimah tapi ga berjilbab. Gak bisa seperti itu,” ujarnya.

Menurut Uswatun, apa yang dilakukan guru tersebut merupakan bentuk pemaksaan. Bahkan memaksa siswi memakai jilbab di sekolah negeri bisa mengarah kepada sikap intoleransi.

Terkait kasus tersebut, Disdikbud Jateng sudah meminta oknum guru matematika di SMAN 1 Sumberlawang Sragen untuk membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya.

Lebih lanjut, untuk mengantisipasi terjadinya kasus serupa, Disdikbud Jateng mengupayakan nantinya guru akan membuat surat pernyataan tidak melakukan perundungan dan memaksa siswa memakai jilbab.

“Nantinya akan menandatangani surat pernyataan, tapi tidak langsung tiba-tiba. Tapi kita pahamkan dulu biar gak ada miskomunikasi dan distorsi,” katanya

TAGGED:disdikbud jatengIndorayaperundunganSman 1 sumberlawangsragenuswatun hasanah
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Gojek Gandeng Dinkes Semarang, Latih Driver Siap Tanggap Darurat di Jalan Minggu, 08 Feb 2026
  • Pemilu 2029 Masih Jauh, Bawaslu–DPRD Semarang Pasang Kuda-Kuda Cegah Pelanggaran Minggu, 08 Feb 2026
  • Jadi Ahli di Singapura hingga AS, Ini Rekam Jejak James Purba sebagai Ahli Kepailitan Minggu, 08 Feb 2026
  • Perkuat Rantai Pasok Ekonomi Lokal, Heri Pudyatmoko Ajak Kolaborasi Semua Pihak Minggu, 08 Feb 2026
  • Heri Pudyatmoko: Perlindungan Perempuan dan Anak di Jawa Tengah Harus Lebih Terintegrasi Minggu, 08 Feb 2026
  • Cegah Kekerasan, Wagub Jateng Minta Fungsi UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Dioptimakan Minggu, 08 Feb 2026
  • Heri Pudyatmoko Ingatkan Pentingnya Indikator Kesejahteraan Non-Angka Makro Minggu, 08 Feb 2026

Berita Lainnya

Pendidikan

KKN UGM Dampingi Warga Banyuurip Rembang Olah Sampah Organik, Cegah Bau dengan Komposter Sederhana

Jumat, 06 Feb 2026
Pendidikan

SPPG Banjarnegara Bakal Gunakan Bahan Lokal untuk Menu MBG, Dongkrak Ekonomi Petani dan Peternak

Kamis, 05 Feb 2026
Pendidikan

Disdik Jateng Ungkap Puluhan Siswa SMAN 2 Kudus Keracunan MBG Sempat Trauma

Selasa, 03 Feb 2026
Pendidikan

Konferensi Nasional Unwahas Semarang, Mahasiswa Kampanyekan Krisis Iklim dan Keberlanjutan Lingkungan

Selasa, 03 Feb 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?