Ad imageAd image

Sekolah di Semarang Tetap Berikan Pelayanan PPDB saat Cuti Bersama Iduladha

Dickri Tifani
By Dickri Tifani 909 Views
3 Min Read
Guru di SDN Pekunden memberikan bantuan kepada orang tua calon peserta yang didik yang tidak menguasai teknologi, Selasa (18/6/2024). (Foto: Dokumen untuk Indoraya)

INDORAYA – Layanan pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat TK dan SD di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng) yang dimulai Selasa (18/6/2024), tetap dibuka meskipun libur dan cuti bersama Hari Raya Iduladha 1445 Hijriah/2024.

Hal itu sesuai dengan instruksi dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang agar pelayanan PPDB hari pertama di masa cuti bersama itu dibuka.

Terpantau sejumlah sekolah di Kota Semarang misalnya tingkatan SD tetap memberikan pelayanan PPDB. Seperti halnya di SDN Pekunden, SDN Pudak Payung 01 dan SDN Jomblang 03.

Selasa pagi, guru-guru di tiga sekolahan tersebut sudah disibukan dengan melayani orang tua calon peserta didik yang merasa sulit untuk mendaftarkan anaknya.

Hal itu terlihat di posko PPDB masing-masing ketiga sekolah tersebut. Tujuannya tak lain ialah untuk memberikan informasi maupun menerima aduan dari orang tua calon peserta didik.

Kepala SDN Pekunden, Suhartini mengatakan, operasional pelayanan PPDB pada hari ini sesuai dengan instruksi dari Disdik Kota Semarang. Saat libur dan cuti bersama, pihaknya memberikan layanan pada pukul 08.00-11.00 WIB siang.

“Untuk hari ini mulai dari jam 8 pagi sampai jam 11 siang saja, karena memang bersamaan dengan cuti bersama,” katanya saat ditemui wartawan.

Sementara untuk Rabu dan Kamis besok, kata dia, layanan PPDB kembali berjalan normal. Yakni dari jam 8 pagi hingga 3 sore.

“Sedangkan untuk Jumat dan Sabtu, pelayanan dibuka dari jam 8 hingga jam 11 siang,” lanjutnya.

Suhartini mengungkapkan, sistem pendaftaran PPDB tahun ini masih menggunakan online seperti tahun lalu.

Namun, ia mengaku masih ada orang tua yang tidak terlalu menguasai teknologi. Tak sedikit, orang tua calon peserta didik memilih datang langsung untuk mendapatkan bantuan dari pihak sekolah.

Selain tidak menguasai teknologi, para orang tua juga ingin tahu suasana sekolah baru untuk anaknya.

“Untuk sistem menurut saya tidak sulit ya, cuma beberapa orang tua siswa yang agak gaptek minta bantuan sekolah untuk memasukkan data,” beber Suhartini.

Disinggung soal bagaimana kebijakan zonasi PPDB tahun ini, Suhartini menjelaskan bahwa zonasi tak begitu mengalami perubahan. Tiap SD telah memiliki zona kelurahannya masing-masing.

Misalnya SDN Pekunden. SDN Pekunden meliputi Kelurahan Pekunden, Kelurahan Brumbungan, Kelurahan Barusari, Kelurahan Randusari, Kelurahan Mugassari, Kelurahan Sekayu, dan sekitarnya.

Suharti menjelaskan, calon peserta didik di luar kelurahan tersebut akan kesulitan mendaftar di SDN Pekunden. Sebab, akan ada perbedaan poin yang signifikan.

“Kalau yang di dalam zona nilainya 50, di luar zona 40. Sementara SD juga tidak ada tambahan prestasi, jadi kemungkinan yang diterima hanya yang memang di dalam zona,” tandasnya.

Tahun ini, SDN Pekunden membuka 2 rombongan belajar (rombel) dengan total 56 siswa baru. Pendaftaran akan berlangsung hingga Sabtu, 22 Juni 2024 pukul 11.00 WIB.

Share this Article