Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Sekda Jateng: ASN Pemprov Masuk Pagi Siang Menghilang Termasuk Korupsi Kecil-kecilan
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Jateng

Sekda Jateng: ASN Pemprov Masuk Pagi Siang Menghilang Termasuk Korupsi Kecil-kecilan

By Lu'luil Maknun
Sabtu, 13 Des 2025
Share
2 Min Read
Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno. (Foto: Lu'luil Maknun/Indoraya)
SHARE

INDORAYA – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Sumarno mengungkapkan, praktik korupsi kecil-kecilan atau petty corruption di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) masih marak terjadi.

Menurut dia, korupsi kecil-kecilan dalam birokrasi tidak hanya berupa ASN meminta imbalan saat melayani masyarakat. Ia menyebut, budaya kerja masuk kantor pagi hanya sekadar absen, lalu siang menghilang, termasuk petty corruption.

Sumarno menekankan, praktik semacam ini bisa menurunkan integritas seorang abdi negara yang seharusnya maksimal dalam memberikan pelayanan publik.

“Sebenarnya memang sederhana, korupsi kecil-kecil [seperti] masuk kerja pagi, siang hilang. Kalau ada beberapa yang masih seperti itu, tentu akan jadi perhatian kita, bakal kita ingatkan lagi ke teman-teman semua nanti,” kata Sekda, baru-baru ini.

Di sisi lain, dia juga menyoroti fenomena maraknya ASN yang meminta imbalan saat melayani masyarakat. Terlebih, praktik ini juga menjadi salah satu temuan Ombudsman Jawa Tengah.

“Kami mohon bantuan masyarakat ikut membendung, memperkuat integritas teman-teman ASN. Petty corruption harus dari dua sisi (penanganan),” ujar Sumarno.

Pemprov Jateng memberikan perhatian khusus terhadap persoalan tersebut. Sekda Sumarno pun mengimbau kepala daerah di 35 kabupaten/kota ikut menekan praktik korupsi kecil agar tidak merusak integritas ASN secara luas.

Sebelumnya, Kepala Ombudsman Jateng, Siti Farida menyebut, petty corruption masih marak dan termasuk maladministrasi paling banyak dilaporkan. Praktik ini mencakup permintaan imbalan uang atau barang yang langsung bersinggungan dengan pelayanan masyarakat.

“Petty corruption tidak boleh dianggap sepele karena langsung berdampak pada layanan publik,” jelas Farida saat memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia, Rabu (10/12/2025).

Data Ombudsman menunjukkan lima besar dugaan maladministrasi yang dilaporkan selama 2025, yaitu penundaan berlarut, penyimpangan prosedur, tidak memberikan pelayanan, pengabaian kewajiban, dan permintaan imbalan berupa uang atau barang.

TAGGED:aheadlineASN Pemprov JatengBerita Jateng TerbaruSekda Jateng Sumarno
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • 14 Sekolah Rakyat Sudah Beroperasi di Jateng, Tampung 1.275 Siswa Miskin Selasa, 13 Jan 2026
  • Jembatan 45 Meter Bakal Dibangun, Jadi Akses Menuju Sentra Pengasapan Ikan Bandarharjo Semarang Selasa, 13 Jan 2026
  • Ambisi Jateng Jadi Lumbung Pangan Nasional Terganggu Masifnya Alih Fungsi Lahan Senin, 12 Jan 2026
  • DLHK Jateng Bakal Gandeng Pabrik Semen Olah Sampah Jadi Energi Terbarukan Senin, 12 Jan 2026
  • Cuaca Ekstrem Mengintai Pantura Timur Jateng, Waspada Bencana Hidrometeorologi Senin, 12 Jan 2026
  • Banjir dan Longsor Terjang Puluhan Desa di Kudus, Ribuan Rumah Warga Rusak Senin, 12 Jan 2026
  • Banjir dan Longsor Putus Akses Jalan Desa Tempur Jepara, 3.522 Warga Terisolasi Senin, 12 Jan 2026

Berita Lainnya

Jateng

Ambisi Jateng Jadi Lumbung Pangan Nasional Terganggu Masifnya Alih Fungsi Lahan

Senin, 12 Jan 2026
Jateng

DLHK Jateng Bakal Gandeng Pabrik Semen Olah Sampah Jadi Energi Terbarukan

Senin, 12 Jan 2026
Jateng

Cuaca Ekstrem Mengintai Pantura Timur Jateng, Waspada Bencana Hidrometeorologi

Senin, 12 Jan 2026
Jateng

Kuota Haji Jateng 2026 Naik Jadi 34.122, Jemaah Mulai Berangkat Bulan April

Senin, 12 Jan 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?