Ad imageAd image

Sejumlah Orang Tua di Kota Semarang Menolak Program Imunisasi Polio

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 692 Views
3 Min Read
Ilustrasi program imunisasi polio massal. (Foto: Halodoc)

INDORAYA – Program Sub Pekan Imunisasi Nasional (Sub PIN) polio secara serentak dimulai pada 15 Januari 2024. Namun dalam pelaksanaannya, sejumlah orang tua di Kota Semarang justru menolak jika anaknya diberikan imunisasi polio.

Dari sejumlah Puskemas di Semarang yang menggelar program ini, Puskesmas Rowosari di Kecamatan Tembalang mengalami kendala sejumlah orang tua yang menolak vaksin imunisasi polio pada anak.

Menurut pengakuan Kepala Pukesmas Rowosari, Mukti Setiawan, sejumlah orang tua di kelurahannya menolak vaksin polio. Meskipun pihaknya sudah memberikan edukasi tentang polio, masih ada orang tua yang tidak setuju anaknya imunisasi.

“Memang benar, beberapa guru mengatakan ada orangtua yang menolak diimunisasi. Dan kita buatkan form tanda tangan penolakan kepada orangtuanya karena tetap tidak mau meski sudah kami beri edukasi,” katanya saat dihubungi Indoraya.news, Rabu (17/1/2024).

BACA JUGA:   Jejak Njonja Meneer Legenda Jamu Tanah Air di Makuta Jamu Kafe Semarang

Mukti menuturkan, penolakan itu terjadi pada hari ke dua atau Selasa (16/1/2024). Sementara pada hari pertama prosesnya berjalan lancar atau tidak ada penolakan dari orang tua anak.

“Sampai hari ke dua ini ada dua orangtua yang menolak, kemarin enggak ada pas hari pertama. Alasan mereka menolak imunisasi karena semacam aliran. Mereka (orang tua yang menolak) mengaku anaknya tidak butuh vaksin dan tetap sehat tanpa vaksin,” beber dia.

Mukti mengaku tidak tahu aliran apa yang membuat sejunlah orang tua menolak anaknya ikut imunisasi. Dia juga tidak tahu apakah itu berkaitan dengan doktrin yang menyebut bahwa vaksinasi hukumnya haram.

BACA JUGA:   Kericuhan Laga PSIS Semarang Vs PSS Sleman Dipicu Saling Ejek Suporter, Bos Laskar Mahes Jenar Jadi Korban

“Enggak tahu saya. Tapi lingkungan kami memang ada seperti itu dan banyak sih. Dan rata-rata hanya 95 persen yang mau,” ungkap Mukti.

Selain penolakan karena aliran, kendala kedua yakni ada anak yang sakit sehingga tidak bisa diimunisasi. Namun, ia memberi opsi lain berupa pelahanan di jam khusus bagi mereka yang tidak bisa diimunisasi karena sakit.

“Dan yang belum divaksin ini bukan menolak ya. Mereka lagi sakit makanya enggak bisa divaksin. Jadi nanti bisa datang ke layanan kesehatan pas sudah sembuh untuk diimunisasi,” kata Mukti.

Di tempat lain seperti di Pukesmas Pandanaran, kendala yang dialami hanya pada anak yang sakit sehingga tidak bisa diimunisasi. Namun jumlah anak sakit itu tidak banyak.

BACA JUGA:   Nonton Arak-arakan Dugderan Semarang, Gibran Taken MoU Pariwisata dan Budaya dengan Walkot Semarang

“Alhamdulillah kalau penolakan di kami tidak ada. Paling di sekolahan tadi ada anak enggak berangkat karena sakit, tapi enggak banyak, paling satu kelas satu,” kata Kepala Puskesmas Pandanran, Aprilia Mahatmanti.

Sebelumnya Pemkot Semarang memulai atau melakukan kick off imunisasi polio pada Senin (15/1/2024) dengan target sebanyak 202.956 anak. Vaksin diberikan untuk usia anak usia 0 hingga 7 tahun 11 bulan 29 hari tanpa memandang status imunisasi sebelumnya.

Sub PIN atau imunisasi polio ini juga dilakukan serentak di 35 Kabupaten/kota di Jawa Tengah. Langkah tersebut diambil seusai adanya temuan satu kasus positif polio di Kecamatan Manisrenggo, Kabupaten Klaten.

Share this Article
Leave a comment