Ad imageAd image

Sejumlah Caleg Merasa Dirugikan Sistem Komandante, PDIP Jateng Bilang Begini

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 963 Views
2 Min Read

INDORAYA – Sejumlah calon anggota legislatif (caleg) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Jawa Tengah (Jateng) merasa dirugikan dengan sistem  komandante partainya. Sistem ini dinilai membuat para caleg yang memiliki perolehan suara tinggi terancam tidak dilantik.

Menanggapi dinamika internal ini, Bendahara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jateng, Agustina Wilujeng mengatakan, partai menghormati sikap para caleg yang melakukan protes lewat jalur resmi.

Namun menurutnya, seluruh kader partai banteng bermoncong putih itu seharusnya sudah memahami sistem komandante yang diterapkan partainya. Sebab, sistem tersebut sudah disosialisasikan di tingkat cabang pada 2021 lalu.

BACA JUGA:   Kemenag Jateng Minta Penceramah Salat Idulfitri Hindari Narasi Politik Praktis

“Kemudian 2022 kita roadshow semua Komandante, sosialisasi pertengahan 2023 setiap komandante per Dapil. Harusnya tiap orang pahami sistem itu,” katanya usai acara Halal Bihalal Pimpinan Parpol Jateng di Hotel Padma Semarang, Rabu (1/5/2024) malam.

Meski begitu, dia menghormati langkah kadernya yang saat ini tengah berjungan menggugat sistem KomandanTe Stelsel yang sepakat digunakan berdasarkan PP nomor 01 tahun 2023. Dia menyarankan, mekanisme tata cara gugatan terhadap keputusan partai ada di PP 03.

“Jadi silahkan pakai (PP 03]). Dan memang sistem ini ada berbagai macam kritikan, ya ayo kita perbaiki untuk proses kedepan, atau harusnya sebelum SK keluar,” kata Anggota DPR RI tersebut.

BACA JUGA:   Kekerasan terhadap Perempuan di Jateng Tahun 2022 Tembus 123 Kasus, Didominasi Pelecehan Seksual

“Karena saat ini sudah sosialisasi dan dilakukan. Tetapi mari kita hargai mereka (caleg yang menggugat) yang berjuang, karena haknya. Maka silahkan mekanismenya dilakukan,” imbuh Agustina.

Diberitakan sebelumnya sejumlah caleg PDIP yang tergabung dalam Paguyuban Banteng Suca Ludiro Jawa Tengah yang dirugikan oleh sistem komandante protes dan bahkan melaporkan hal ini ke KPU Jateng, Senin (29/4/2024).

Ketua Paguyuban Banteng Suca Ludiro Jateng, Wawan Mulung mengatakan, pihaknya tidak mau gagal menjadi anggota DPRD karena partai menggantinya dengan nama orang lain. Adapun caleg PDIP yang terancam gagal dilantik tersebar di 20 daerah.

BACA JUGA:   Mbak Tunjung: Mas Dar Sosok Pemimpin Muda Layak Jadi Gubernur Jateng

“Yang sudah gabung dengan organisasi kami sampai sekarang ada (caleg) 20 kabupaten/kota. Karena suaranya secara by name menang versi KPU tapi digeser dengan caleg PDIP di bawahnya. Itu yang jadi polemik,” kata Wawan.

 

Share this Article
Leave a comment