Ad imageAd image

Sejumlah ASN di Jateng Ikuti Penjaringan Pilkada 2024, Baru Satu yang Mengajukan

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 925 Views
2 Min Read
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno. (Foto: Dok. Athok Mahfud/Indoraya)

INDORAYA – Sejumlah aparatur sipil negara (ASN) di Jawa Tengah mengikuti proses penjaringan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Namun hanya ada satu ASN yang mengajukan pengunduran diri.

Hal ini dikatakan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sumarno, usai Rapat Paripurna di Gedung Berlian DPRD Jateng, Rabu (22/5/2024). Menurutnya, secara regulasi, ASN yang mengikuti kontestasi Pilkada harus mengajukan pengunduran diri.

“Sudah (ada pengajuan pensiun dini). Kalau secara regulasi untuk ASN yang ingin mengikuti kontestasi untuk kepala daerah harus mengajukan pengunduran diri untuk mengajukan pensiun dini,” jelas Sumarno.

BACA JUGA:   KIP Jateng Award 2023, 26 OPD dan 7 RSUD Milik Pemprov Raih Predikat Informatif

Dia menyampaikan, sampai saat ini baru ada satu ASN Pemprov Jateng yang mengajukan pensiun dini untuk maju Pilkada.

“Yang sudah masuk ke saya satu (ASN),” kata Sumarno.

ASN tersebut ialah mantan Pj Wali Kota Salatiga, Sinoeng Noegroho Rachmadi yang ikut berkontestasi dalam Pilkada Kota Salatiga. Sinoeng yang saat ini menjabat sebagai Staf Ahli Gubernur Jateng Bidang Kemasyarakatan dan SDM itu mengajukan pensiun dini pada 30 April 2024 lalu.

“Iya (maju) untuk Pilwalkot, Pak Sinoeng di Salatiga,” tandas Sumarno.

BACA JUGA:   234 Ribu Satlinmas Ditugaskan Mengamankan 117 Ribu TPS di Jateng

Terpisah Kepala Ombudsman Provinsi Jawa Tengah, Siti Farida mengatakan, tidak masalah jika ASN ikut penjaringan Pilkada. Karena mencalonkan diri ialah bagian dari hak warga negara.

Namun jika dilihat dari sisi etika pelayanan publik, dia mengingatkan ASN harus mengutamakan tugas pokoknya sebagai penyelenggara pelayanan publik. Sehingga kalau bisa hal yang mengarah pada konflik kepentingan dihindari.

Farida juga mengomentari Sekretaris Daerah Kota Semarang, Iswar Aminuddin dan Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang, Ade Bhakti Ariawan, yang ikut penjaringan Pilwakot.

BACA JUGA:   Marak Penipuan Online, Pemprov Jateng Ingatkan Warga Tak Mudah Tergiur Tawaran Kerja Luar Negeri

“Kalau kita lihat dari etika pelayanan publik, yang paling prinsip adalah penyelenggara pelayanan harus meminimalisir sedemikian rupa terkait konflik kepentingan,” ungkapnya.

Sebagai informasi, menurut UU, selama belum memasuki masa tahapan Pemilu, ASN tidak wajib mundur. Dalam Pasal 59 ayat (3) UU 20 Tahun 2023 tentang ASN disebutkan, pengunduran diri dilakukan sejak ditetapkan sebagai daftar calon tetap (DCT) oleh KPU.

Share this Article