Ad imageAd image

Sejak Lebaran, Volume Sampah Temanggung Meningkat 30 Persen

Redaksi Indoraya
By Redaksi Indoraya 946 Views
2 Min Read
Sejak Lebaran, Volume Sampah Temanggung Meningkat 30 Persen. (Foto: Istimewa)

INDORAYA – Volume sampah pada masa libur Lebaran 2023 di TPA Sanggrahan Kabupaten Temanggung naik hingga 30 persen dari hari-hari biasa dan didominasi sampah rumah tangga, hasil sisa makanan.

Hal terebut disampaikan oleh Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Temanggung Hendra Sumaryana.

“Rata-rata sampah yang dibuang ke TPA Sanggrahan pada hari normal sekitar 130 ton per hari dan pada masa libur Lebaran ini naik sekitar 30 persen per hari,” kata Hendra di Temanggung, Selasa (25/04/2023).

BACA JUGA:   Upayakan Konservasi Tanah, Pemkab Temanggung Tanam Ribuan Bibit Pohon di Lereng Sindoro

Ia menyampaikan untuk mengantisipasi peningkatan volume sampah tersebut, sebelum Lebaran gelar pasukan, termasuk gelar peralatan yang harus disiapkan, di antaranya juga menyiapkan piket petugas yang harus menjaga kebersihan kota. Selain itu, juga terkait pengangkutan, karena volume sampah akan bertambah.

“Petugas kami hampir tidak ada libur, jadwal petugas pada H-1 itu sampai subuh, karena menyiapkan pada pagi hari H itu sudah beres. Pada hari raya libur satu hari saja untuk memberi kesempatan teman-teman shalat Idul Fitri,” katanya.

BACA JUGA:   Pemkab Temanggung Bentuk Dewan Persampahan untuk Atasi Permasalahan Sampah

Pada hari berikutnya, petugas persampahan sudah harus kerja lagi mulai dari pengambilan sampah, pengangkutan sampai sampah diproses di TPA.

Ia menuturkan ini merupakan kesempatan yang luar biasa bagi teman-teman bisa mengabdi kepada masyarakat, khususnya terkait dengan lingkungan hidup.

Hendra menyebutkan personel bidang persampahan yang disiapkan ada 230 orang, mulai dari pengambilan sampah sampai dengan pemrosesan akhir, termasuk yang harus menyapu kota karena dipastikan kotanya harus bersih.

Ia mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Temanggung, khususnya untuk memilah sampah yang akan dibuang, jadi untuk memudahkan petugas dalam pemrosesan akhir, memilah sampah organik dan nonorganik.

BACA JUGA:   Stabilisasi Pasokan dan Harga, Temanggung Lakukan Gerakan Pangan Murah

Kemudian, meminimalkan sampah yang dihasilkan, kalau memang sampah itu masih bisa dijual misalnya rongsok plastik dan sebagainya untuk disalurkan ke bank sampah setempat, sehingga hanya sampah residu yang dibuang.

“Kami juga mengimbau minimalkan produksi sampah rumah tangga, sisa makanan, artinya masak makanan secukupnya saja, jangan berlebihan,” katanya.

Share this Article
Leave a comment