Ad imageAd image

SDN Pekunden Jadi Lokasi Monev UNICEF Soal Program Pencegahan Obesitas

Dickri Tifani
By Dickri Tifani 1.1k Views
3 Min Read
Tim UNICEF Indonesia melakukan monev di SDN Pekunden, Kota Semarang, Jawa Tengah, belum lama ini. (Foto: Dokumen untuk Indoraya)

INDORAYA – United Nations Children’s Fund (UNICEF) Indonesia melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terkait pelaksanaan program pencegahan obesitas di 5 sekolah dasar negeri (SDN) di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng).

Dari lima SDN setempat, salah satunya SD Negeri Pekunden menjadi lokasi monev yang dilakukan oleh UNICEF, belum lama ini.

District Officer Nutrition Program,
Anggraini Budi Lestari menyampaikan alasan UNICEF memilih SDN Pekunden Semarang, cocok untuk menjadi lokasi monev karena sekolah tersebut sudah menjalankan rencana tindak lanjut (RTL).

“Selain itu, letak geografis yang strategis dan untuk melihat realisasi implementasi program pencegahan obesitas khususnya sasaran intervensi kelas 4 SD,” ujar Anggraini saat dihubungi wartawan, Senin (27/5/2024).

BACA JUGA:   SDN Pekunden Semarang Kenalkan Pahlawan Kepada Siswa Lewat Lomba Mirip Pahlawan

Saat monev di SDN Pekunden beberapa waktu yang lalu, yakni dia bersama UNICEF yaitu melakukan monitoring, pembiasan anak-anak, pelaksanaan sesi edukasi di kelas, melihat urban farming, serta mengecek kantin dan jajanan sekolah.

“Hasil evaluasinya sudah berjalan sesuai track dan RTL yg telah disepakati. Hanya perlu dioptimalkan dengan komiten dari semua warga sekolah yg sangat support pada program itu,” ungkap dia.

Kedepan, Anggraini menyampaikan monev akan digelar kembali yang dilakukan oleh fasilitator TP UKS, SPEAK, dan UNICEF Indonesia.

BACA JUGA:   SDN Pekunden Semarang Kenalkan Pahlawan Kepada Siswa Lewat Lomba Mirip Pahlawan

“Semua temuan, saran dan masukan dari hasil monev/OJT 1 akan menjadi pembahasan pada Rakor dengan 5 sekolah yang rencananya akan dilaksanakan pada bulan Juni 2024,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDN Pekunden, Suhartini mengaku bangga sekolahanya menjadi lokasi monev dari 5 SDN di Ibu Kota Jawa Tengah.

“Kebanggaan tersendiri, sekolahan kami ditunjuk untuk penanganan tiga beban masalah gizi,” ucapnya saat dihubungi wartawan, Senin sore.

Saat tim UNICEF Indonesia ke SDN Pekunden, menurutnya, tim itu melihat pelaksanaan sekolah sehat, pemenuhan gizi lebih serta penanganan obesitas.

BACA JUGA:   SDN Pekunden Semarang Kenalkan Pahlawan Kepada Siswa Lewat Lomba Mirip Pahlawan

“Kebetulan yang ditunjuk tempat kita. Terkait tiga beban masalah gizi yang terdiri dari stunting, defisiensi mikronutrien, dan obesitas. Jadi dari UNICEF ingin melihat pelaksanaan sekolah sehat. Maka saat itu, setelah apel kita adakan senam bersama, kemudian dilanjutkan anak-anak cuci tangan dan makan bersama. Dimana makannya itu harus memenuhi syarat karbohidrat, protein, sama vitamin. Jadi isi piringku dimana sepertiga nasi, sepertiga sayur, sepertiga lauk,” paparnya.

Share this Article