Ad imageAd image

Sapi Kurban Jokowi Dipotong di Islamic Center Kota Semarang, 3 Ribu Kantong Daging Disalurkan

Dickri Tifani
By Dickri Tifani 1k Views
2 Min Read
Sapi Limousin milik Jokowi berhasil disembelih berkat bantuan 15 orang untuk menarik keempat kaki sapi tersebut rebah, Selasa (18/6/2024). (Foto: Dickri Tifani Badi/Indoraya)

INDORAYA – Sapi jenis limousin berbobot 1,25 ton milik Presiden Joko Widodo (Jokowi) dipotong di di Islamic Center, Kelurahan Kalipancur, Kecamatan Ngaliyan, Koat Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Selasa (18/6/2024) sekitar pukul 07.15 WIB.

Ketua Takmir Masjid Raya Baiturrahman Kota Semarang, Multazam Ahmad menyampaikan sapi berbobot jumbo itu dipotong tanpa kendala atau pemotongan berlangsung lancar.

Kelancaran tersebut membutuhkan 15 orang yang terlibat dalam proses pemotongan karena sapi yang dikurbankan bobotnya berat. Belasan orang itu mengikat, menjatuhkan, hingga penyembelihan yang dilakukan oleh jagal.

Alhamdulillah prosesnya cepat tidak ada kendala,” terang Multazam saat ditemui di lokasi, Selasa pagi.

Multazam memprediksi sapi milik Jokowi ini menghasilkan 3 ribu kantong daging yang akan dibagikan secara merata kepada warga yang tinggal di Masjid Baiturrahman Kota Semarang.

“Kurang lebih 3000 kantong yang akan dibagikan kepada masyarakat di sekitaran Simpang Lima,” ucapnya.

Selain sapi Jokowi, pihaknya memotong hewan kurban milik beberapa tokoh dari kalangan pemerintah, kepolisian, serta akademisi.

Di antaranya Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana, Kapolda Jateng Ahmad Luthfi, Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, Rektor Udinus Prof Edy Noer Sasongko, dan masih banyak lagi.

“Totalnya ada 15 sapi termasuk dari Pak Jokowi, dan 53 kambing,” bebernya.

Teknis distribusi, kata dia, sistemnya ada dua cara yakni menggunakan sistem kupon dan door to door kepada masyarakat yang membutuhkan.

Menariknya kali ini tidak lagi menggunakan kantong plastik untuk membungkus daging, melainkan memakai besek. Hal ini dilakukan sebagai upaya dalam mengurangi sampah plastik.

“Kita akan distribusikan kepada yang berhak. Yakni fakir miskin kemudian di masyarakat, lalu PKL (Pedagang Kaki Lima), tukang becak dan di sekitar Simpang Lima,” tandasnya.

Share this Article