Ad imageAd image

Sanksi Bertanding Tanpa Penonton Dianggap Berat, PSIS Semarang Ajukan Banding

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 638 Views
3 Min Read
CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi. (Foto: istimewa)

INDORAYA – Manajeman PSIS Semarang menganggap bahwa sanksi yang diberikan Komite Disiplin PSSI berupa pertandingan tanpa penonton di laga kandang hingga akhir musim, buntut insiden kerusuhan antarsuporter, terlalu berat dan tidak adil.

Kerusuhan antarsuporter yang menodai pertandingan Liga 1 2023/2024 antara PSIS Semarang melawan PSS Sleman di Stadion Jatidiri Semarang pada Minggu (3/12/2023) sore, seharusnya tidak berbuntut pada sanksi tersebut.

CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi, merasa bahwa pihaknya menjadi korban dalam insiden tersebut. Selanjutnya PSIS berencana mengajukan banding karena menganggap hukuman tersebut tidak adil.

“Kami akan mengajukan banding karena di dalam surat juga disebutkan bahwa kami dapat banding. Semoga masih ada titik cerah bagi kami untuk mendapatkan keadilan,” katanya dalam keterangan yang diterima Indoraya.news, Kamis (7/12/2023).

BACA JUGA:   Rumah Selebgram Semarang Dibobol Maling, Michael Rendy Sempat Disekap

Yoyok menilai bahwa hukuman bertanding tanpa kehadiran penonton hingga akhir musim sangat berat dan dirasa kurang adil bagi klub. Pihaknya menyesalkan keputusan dari PSSI tersebut.

“Ini hukuman sangat berat dan tidak adil karena larangan menggelar pertandingan dengan penonton hingga akhir musim. Yang kami sesalkan, kami itu justru jadi korban disini, kenapa justru dihukum seberat itu,” bebernya.

Padahal, menurut Yoyok, dalam insiden itu, panitia pertandingan juga sudah berbuat maksimal dan bergerak cepat sehingga penonton bisa pulang dengan selamat.

BACA JUGA:   Jalan Kokrosono Tidak Terakses Feeder Trans Semarang, Padahal Ada 4 Sekolah Membutuhkan

“Usaha Panpel juga sudah maksimal, dari awal hingga pada saat kejadian gerak cepat dan apa yang terjadi di stadion bisa segera diatasi dengan baik hingga semua pihak yang berada di stadion bisa pulang dengan selamat,” kata Yoyok.

Diketahui PSIS mendapatkan hukuman bertanding  tanpa penonton hingga akhir musim kompetisi Liga 1 2023/2024. PSIS dianggap melanggar Kode Disiplin PSSI Tahun 2023 karena mengulang kejadian yang sama, yaitu keributan suporter PSIS Semarang dan suporter klub tamu.

Tidak hanya itu, atas kerusuhan oknum suporter dari kedua tim di dalam stadion kemarin, Laskar Mahesa Jenar juga dijatuhi sanksi berupa denda sebesar Rp 25.000.000.

BACA JUGA:   Tujuh Tahun Ditinggal Kabur, Warga Dinar Indah Berharap Pengembang Muncul dan Tanggung Jawab

Sebelumnya, laga PSIS melawan PSS di Stadion Jatidiri Semarang pada Minggu (3/12/2023), dinodai oleh kericuhan antarsuporter di menit akhir pertandingan. Rusuh suporter dipicu yel-yel saling ejek, hingga akhirnya terlibat saling lempar hingga memicu korban luka.

Tidak hanya itu, kerusuhan juga terjadi di luar stadion. Lima bus dan satu mobil pribadi milik suporter PSS Sleman di Jalan Sisingamangaraja Semarang juga dirusak. Diduga perusaknya ialah suporter PSIS Semarang.

Share this Article
Leave a comment