INDORAYA – Kementerian Pertahanan (Kemenhan) resmi melantik 12 tenaga ahli Dewan Pertahanan Nasional sebagai bagian dari penguatan kapasitas pemikiran strategis pertahanan negara.
Dari jajaran yang dilantik, dua nama publik turut menjadi sorotan, yakni Sabrang Mowo Damar Panuluh atau Noe Letto serta Frank Alexander Hutapea, anak sulung pengacara Hotman Paris Hutapea.
Sabrang Mowo Damar Panuluh diketahui merupakan putra dari budayawan Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun. Sementara Frank Alexander Hutapea dikenal sebagai figur muda berlatar belakang hukum. Keduanya dilantik bersama tenaga ahli lainnya untuk berkontribusi sesuai dengan keahlian masing-masing dalam mendukung tugas Dewan Pertahanan Nasional.
Kepala Biro Infohan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menjelaskan bahwa para tenaga ahli tersebut memiliki peran strategis dalam memberikan masukan, kajian, serta rekomendasi kebijakan kepada Dewan Pertahanan Nasional.
“Dalam mekanismenya, tenaga ahli menyampaikan masukan dan rekomendasi melalui forum dan tata kerja Dewan Pertahanan Nasional sesuai struktur yang berlaku,” kata Rico kepada wartawan di Jakarta, Minggu (18/1).
Rico menyampaikan bahwa keberagaman latar belakang keahlian para tenaga ahli diharapkan dapat memperkaya perspektif kajian strategis pertahanan. Kontribusi tersebut mencakup berbagai sudut pandang lintas disiplin, mulai dari aspek sosial, kebudayaan, hingga komunikasi strategis yang relevan dengan tantangan pertahanan modern.
Menurutnya, seluruh masukan dari tenaga ahli akan menjadi bahan pertimbangan kolektif pimpinan Dewan Pertahanan Nasional, termasuk Menteri Pertahanan. Dengan mekanisme tersebut, setiap keputusan tetap berada dalam koridor kelembagaan dan mengutamakan kepentingan strategis pertahanan negara.
Rico menegaskan bahwa proses pengisian tenaga ahli Dewan Pertahanan Nasional sepenuhnya ditujukan untuk memperkuat kualitas kebijakan pertahanan Indonesia.
“Tidak dikaitkan dengan latar belakang keluarga maupun faktor non-institusional lainnya,” katanya.


